Health

Physiorehab Buka Cabang ke-13 di Meruya, Fokus pada Pemulihan dan Fungsi Gerak

Jakarta – Fisioterapi tak hanya dibutuhkan setelah seseorang mengalami cedera. Nyeri punggung, gangguan gerak, hingga pemulihan pascaoperasi juga memerlukan penanganan yang tepat agar aktivitas sehari-hari dapat kembali berjalan optimal.

Kebutuhan tersebut mendorong Physiorehab memperluas jangkauan layanannya melalui pembukaan cabang baru di Meruya, Jakarta Barat, pada Oktober 2026. Cabang ini menjadi yang ke-13 dalam jaringan Physiorehab, dengan pendekatan evidence-based physiotherapy and rehabilitation yang mengutamakan penanganan berdasarkan bukti ilmiah serta kondisi masing-masing pasien.

Pendekatan tersebut diterapkan melalui tahapan pemeriksaan (assessment), terapi (treatment), latihan (exercise), dan pemantauan perkembangan (progress monitoring). Program rehabilitasi disesuaikan dengan kondisi fisik, kebutuhan, serta target pemulihan setiap pasien.

Dalam praktiknya, fisioterapi tidak hanya berfokus pada meredakan keluhan. Pasien juga mendapatkan latihan, edukasi, dan pemantauan berkala untuk membantu mengembalikan fungsi gerak serta meningkatkan kemampuan tubuh dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.

Pentingnya latihan dalam proses rehabilitasi turut didukung penelitian ilmiah. Sebuah meta-analisis terhadap 27 uji klinis acak dengan total 1.927 peserta menemukan adanya hubungan antara latihan fisik dan peningkatan kualitas hidup pada individu dengan nyeri muskuloskeletal.

Baca Juga:  OMRON Perkuat Pemantauan Kesehatan Lewat Termometer Tanpa Kontak

Di cabang Meruya, Physiorehab menyediakan layanan untuk berbagai kondisi, mulai dari nyeri punggung dan leher, herniated nucleus pulposus (HNP), nyeri lutut dan bahu, hingga cedera olahraga serta rehabilitasi setelah operasi.

Penanganan juga mencakup kebutuhan pemulihan cedera anterior cruciate ligament (ACL), plantar fasciitis, serta gangguan gerak dan keseimbangan.

Fasilitas yang tersedia meliputi rehabilitation gym, peralatan terapi modern, dan ruang perawatan privat. Setiap pasien menjalani pemeriksaan awal sebelum mendapatkan rencana terapi yang disesuaikan dengan kebutuhan dan perkembangan kondisinya.

CEO sekaligus Founder Physiorehab, Adam Salim, mengatakan pembukaan cabang Meruya merupakan bagian dari strategi perusahaan untuk memperluas akses fisioterapi, khususnya bagi masyarakat Jakarta Barat.

“Physiorehab Meruya merupakan cabang ke-13 dan langkah strategis kami dalam pengembangan layanan fisioterapi di Indonesia. Di saat yang sama, setiap ekspansi tetap kami arahkan untuk menjaga pengalaman pasien dan kualitas layanan yang menjadi bagian dari perjalanan Physiorehab,” ujarnya.

Baca Juga:  OMRON NE-U300, Nebulizer Portable Senyap untuk Terapi Pernapasan Anak

Bertambahnya jumlah cabang juga diikuti upaya menjaga konsistensi pelayanan melalui pengembangan tim dan pertukaran pengetahuan antar-fisioterapis. Physiorehab turut membangun jejaring profesional kesehatan, termasuk rujukan dari sejumlah rumah sakit di Singapura dan Penang serta dokter spesialis di Indonesia.

Founder sekaligus Chief Physiotherapist Physiorehab, Simon Tri Prasetyo, menekankan bahwa keberhasilan rehabilitasi tidak bisa disamaratakan karena setiap pasien memiliki kondisi dan tujuan yang berbeda.

“Setiap pasien memiliki kondisi, aktivitas, dan target yang berbeda. Karena itu, fisioterapi perlu dimulai dengan memahami individu secara menyeluruh. Dari sana, fisioterapis dapat menentukan pendekatan terapi dan latihan yang relevan, kemudian memantau perkembangannya,” kata Simon.

Menurutnya, proses tersebut bertujuan membantu pasien memulihkan fungsi gerak, meningkatkan kapasitas fisik, dan kembali menjalankan aktivitas sehari-hari secara lebih optimal.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *