Health

Perimenopause dan Menopause Masih Tabu, RISE & BLOOM Ajak Perempuan Lebih Terbuka

Jakarta — Perubahan suasana hati, gangguan tidur, hingga perubahan kondisi fisik bisa menjadi bagian dari perjalanan perimenopause dan menopause. Namun, fase alami dalam kehidupan perempuan ini masih kerap dibicarakan secara terbatas. Akibatnya, tidak sedikit perempuan yang menghadapi berbagai perubahan tersebut tanpa informasi dan dukungan yang memadai.

Isu inilah yang diangkat We Pause We Rise bersama Magnolia Collective Wellness melalui RISE & BLOOM, sebuah acara kesehatan dan kesejahteraan perempuan yang digelar bertepatan dengan Hari Menopause Sedunia.

Mengusung tema Midlife Renewal Starts Here, RISE & BLOOM dirancang sebagai ruang bagi perempuan untuk memahami perubahan tubuhnya, memperoleh informasi kesehatan dari para ahli, sekaligus berbagi pengalaman dengan mereka yang menjalani fase serupa.

Perimenopause dan Menopause Masih Tabu, RISE & BLOOM Ajak Perempuan Lebih Terbuka

We Pause We Rise menggagas inisiatif ini sebagai media berbasis komunitas yang mendorong percakapan terbuka tentang kesehatan perempuan. Sementara itu, Magnolia Collective Wellness berperan sebagai pendukung dari sisi ilmiah dan klinis, dengan menghadirkan perspektif medis serta pendekatan kesehatan yang lebih menyeluruh.

Membahas Menopause dari Sisi Medis hingga Kesehatan Mental

Perimenopause merupakan masa transisi menuju menopause ketika perubahan hormon mulai terjadi. Sementara menopause menandai berakhirnya menstruasi secara permanen. Kedua fase ini dapat memengaruhi kondisi fisik maupun emosional, dengan pengalaman dan kebutuhan yang berbeda pada setiap perempuan.

Baca Juga:  OMRON Indonesia Temukan Penjualan Produk Palsu Mengatasnamakan OMRON

Pembahasan tidak hanya berfokus pada perubahan hormonal dan gejala yang menyertainya. Sejumlah topik yang diangkat juga mencakup pilihan penanganan, terapi penggantian hormon atau Hormone Replacement Therapy (HRT), nutrisi, kesehatan mental, mindfulness, hingga kesehatan seksual dan intimasi.

Chief Medical Officer Magnolia Collective Wellness Indonesia, dr. Dinda Derdmeisya, Sp.OG, mengatakan rangkaian diskusi edukatif tersebut dirancang untuk membantu perempuan memahami berbagai aspek kesehatan yang berkaitan dengan perimenopause dan menopause.

Kehadiran perspektif medis menjadi penting agar perempuan memiliki bekal informasi yang tepat dalam memahami perubahan tubuhnya, termasuk ketika mempertimbangkan pilihan penanganan bersama tenaga kesehatan.

Mengubah Cara Pandang terhadap Fase Kehidupan Perempuan

Bagi Mia Lukmanto, Founder We Pause We Rise, perimenopause dan menopause perlu dipandang sebagai bagian dari perjalanan hidup yang tetap membuka ruang bagi perempuan untuk berkembang, bukan sebagai akhir dari masa produktif mereka.

Perimenopause dan Menopause Masih Tabu, RISE & BLOOM Ajak Perempuan Lebih Terbuka

Mia ingin membangun ruang yang aman bagi perempuan untuk belajar, berbagi cerita, dan menyadari bahwa mereka tidak harus menghadapi fase tersebut sendirian.

Baca Juga:  Tetap Fit di Perjalanan: Tips Persiapan Kesehatan Sebelum Mudik

Menurut Mia, pendekatan berbasis kepercayaan dan komunitas dapat menjadi pintu masuk bagi perempuan sebelum mereka mencari informasi medis lebih lanjut. Dengan dukungan dan pemahaman yang memadai, perempuan diharapkan dapat menjalani perubahan tersebut dengan lebih percaya diri.

Selain sesi edukasi, RISE & BLOOM menggabungkan aktivitas kebugaran, relaksasi, ekspresi diri, dan interaksi sosial. Peserta juga diperkenalkan pada latihan kekuatan atau strength training, serta dapat menyaksikan “Runway After 40”, peragaan busana yang merayakan kepercayaan diri dan ekspresi personal perempuan di usia matang.

Rangkaian aktivitas tersebut memperluas pembahasan kesehatan perempuan, tidak hanya dari sisi fisik, tetapi juga kesejahteraan emosional, relasi sosial, dan penerimaan terhadap perubahan diri.

Melalui RISE & BLOOM, We Pause We Rise bersama Magnolia Collective Wellness mendorong agar perimenopause dan menopause mendapat perhatian yang lebih luas. Percakapan yang terbuka, edukasi berbasis bukti, dan akses terhadap tenaga kesehatan menjadi bagian penting agar perempuan dapat memahami kebutuhan tubuhnya serta mengambil keputusan yang tepat bagi kesehatannya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *