Kuliner dari Omah Mbudur yang Tak Terlupakan Rasanya

Jakarta, Trendsetter.id – Salah satu ujuan pariwisata adalah memberikan manfaat untuk masyarakat sekitar, sehingga bisa memberikan kesejahteraan. Masyarakat bisa membuka usaja kerajinan, tempat makan, penginapan atau yang lainnya.

Salah satu nya adalah Omah Mbudur, yang terletak di Desa Wanurejo, Kecamatan Borobudur yang berjarak sekitar 3 kilometer dari Taman Wisata Candi Borobudur. Wisatawan bisa belajar kerajinan khas Borobudur, menikmati kesenian dan makanan tradisional.

Awak media yang mengikuti Parador Hotels & Resorts Media Trip ‘The Beauty of Magelang and Malang’ mendapatkan sesuatu yang istimewa saat berkunjung ke Omah Mbudur. Peserta Media Trip disuguhkan kuliner khas Omah Mbudur yang belum pernah dirasakan sebelumnya oleh juru tulis yang berfokus pada bidang pariwisata dan ekonomi kreatif.

Nuryanto, pemilik Omah Mbudur menyampaikan, Omah Mbudur kali ini menyajikan menu signature yakni Ikan Beong dan Mie Godog Magelangan. Kedua menu ini seluruhnya menggunakan bahan alami.

Untuk menu ikan yang menjadi incaran adalah pindang ‘Ikan Beong’. Secara tampilan, kuahnya tak jauh berbeda denga mangut, yang membedakan hanya ikannya saja.

“Kami punya pindang ikan dari sungai atau Kali Progo. Bentuk ikannya perpaduan ikan Lele dan Patin, kalau di Jawa Barat dan Sumatra, iakan ini disebut sebagai ikan Baung. Kalau disini disebut ikan Beong,” terang pria yang disapa dengan Pak Nur ini.

Pak Nur melanjutkan, untuk kuahnya memakai bumbu genap dari rempah khas pedesaan yang mudah dijumpai di alam. Kuahnya ini diracik dari 11 bumbu rempah seperti, jahe, lengkuas, bawang, dan lainnya. Kemudian bumbu tersebut dicacah dan diulek menggunakan tangan,” lanjutnya.

Kalau kuahnya diseruput tidak akan terasa mual, karena diolah dari bumbu yang khas. Untuk jenis sayur ada talas hutan, cocok untuk persendian bagi yang duduk terlalu lama makan ini bisa sembuh.

Nasinya sendiri, menggunakan beras yang istimewa, berasal dari hasil panen padi yang ditanam sendiri kemudian disuguhkan khusus untuk tamu dan tanpa pestisida.

“Berasnya istimewa, karena kami tanam sendiri hasil panennya dimakan sendiri dan disuguhkan untuk tamu kami. Jadi tidak dijual di tempat lain, karena untuk kebutuhan kami sendiri juga masih kurang,” terang Pak Nur.

Satu lagi, sayang kalau tidak dicoba, yaitu Mie Godog Magelangan, yang menggunakan kaldu ayam kampung, serta dimasak memakai Anglo—kompor yang terbuat dari tanah liat dan arang untuk bara apinya.

Air yang digunakan untuk memasak di Omah Mbudur ini bukan menggunakan air sumur, atau air ledeng, akan tetapi menggunakan air yang sumbernya berasal dari bekas mata air Danau Purba Borobudur, sehingga menjadi masakan dan minuman yang luar biasa.

“Pokonya yang kami sajikan adalah makanan dan minuman yang bisa dikonsumsi sehari-hari warga sini. Bukan menggunakan bahan pabrikan, semua berasal dari alam,” tutup Pak Nur.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *