EKONOMI BISNIS

ISO 9001:2015 Perkuat Reputasi Waringin Megah sebagai Kontraktor Tepercaya

Jakarta – Industri konstruksi nasional semakin menuntut perusahaan tidak hanya mampu menyelesaikan proyek tepat waktu, tetapi juga menjamin kualitas, keselamatan kerja, dan konsistensi proses. Hal inilah yang menjadi fokus Waringin Megah General Contractor, yang baru saja memperoleh sertifikasi ISO 9001:2015, standar internasional untuk Sistem Manajemen Mutu.

Pencapaian tersebut menjadi tonggak baru setelah perusahaan berpengalaman lebih dari 39 tahun ini berhasil menyelesaikan ratusan proyek di berbagai sektor. Portofolionya mencakup lebih dari 30 hotel, apartemen, dan resort, 70 pabrik dan gudang, lebih dari 20 ruko, 8 institusi pendidikan, lebih dari 5 pusat perbelanjaan, sejumlah rumah ibadah, hingga berbagai kawasan hunian di berbagai daerah di Indonesia.

Sertifikasi ISO 9001:2015 menunjukkan bahwa setiap proses kerja perusahaan telah dijalankan melalui sistem manajemen mutu yang terstandarisasi. Dengan sistem tersebut, kualitas proyek dapat dijaga secara konsisten mulai dari tahap perencanaan, pelaksanaan hingga penyelesaian, sekaligus meningkatkan kepuasan pelanggan.

Direktur Waringin Megah General Contractor, Hermash Budi, mengatakan keberhasilan sebuah proyek tidak hanya dinilai dari hasil akhir bangunan, tetapi juga dari bagaimana proses konstruksi dijalankan secara aman dan terukur.

“Keberhasilan proyek konstruksi tidak hanya diukur dari bangunan yang selesai tepat waktu, tetapi juga dari bagaimana proyek tersebut dijalankan dengan aman, terencana, dan terkendali. Keselamatan kerja bukan sekadar memenuhi regulasi, melainkan investasi yang menentukan kualitas hasil akhir proyek,” ujarnya.

Hermash yang telah berkarier lebih dari dua dekade di perusahaan tersebut menilai keselamatan kerja dan kualitas konstruksi merupakan dua aspek yang saling berkaitan. Menurutnya, lingkungan kerja yang aman akan menghasilkan pekerjaan yang lebih presisi, efisien, sekaligus meminimalkan risiko kesalahan maupun pekerjaan ulang.

Komitmen itu diterapkan sejak awal proyek dimulai. Setiap pekerjaan diawali dengan penyusunan metode kerja, identifikasi potensi bahaya, analisis risiko, hingga penyusunan jadwal pelaksanaan yang mempertimbangkan kondisi lapangan. Pendekatan preventif tersebut membuat proses pembangunan berjalan lebih terkendali sekaligus menjaga mutu hasil konstruksi

Dalam pelaksanaannya, seluruh aktivitas proyek mengacu pada regulasi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) nasional serta standar internasional yang menjadi dasar penerapan ISO 45001:2018.

Kepala K3 Waringin Megah General Contractor, Joko Mariyanto, menjelaskan budaya keselamatan dibangun melalui aktivitas rutin setiap hari di seluruh proyek.

“Safety Talk dilaksanakan setiap pagi dan Toolbox Meeting dilakukan setiap hari untuk membahas aktivitas pekerjaan, potensi bahaya, serta langkah mitigasi yang diperlukan karena kondisi proyek dapat berubah setiap saat. Safety bukan hanya tanggung jawab tim K3, tetapi menjadi tanggung jawab seluruh insan Waringin,” kata Joko.

Penerapan standar keselamatan yang konsisten turut meningkatkan kepercayaan berbagai klien. Salah satunya datang dari Avian Group, yang telah mempercayakan Waringin Megah mengerjakan lebih dari 12 proyek, mulai dari pembangunan pabrik, gudang, hingga gedung perkantoran di berbagai wilayah Indonesia. Kerja sama tersebut bahkan terus berlanjut melalui pembangunan sejumlah fasilitas produksi di Pulau Jawa dan Sumatera.

Menurut Hermash, budaya keselamatan yang kuat memberikan dampak langsung terhadap efisiensi proyek karena mampu menekan risiko kecelakaan kerja maupun pekerjaan ulang yang berpotensi menghambat jadwal pembangunan.

“Bagi klien, penerapan safety yang konsisten memberikan keyakinan bahwa proyek dikelola secara profesional, bertanggung jawab, dan sesuai standar,” ujarnya.

Dengan pengalaman hampir empat dekade, ratusan proyek yang telah diselesaikan, serta pengakuan melalui sertifikasi ISO 9001:2015, Waringin Megah General Contractor memperkuat posisinya sebagai mitra konstruksi yang mengedepankan kualitas, keselamatan kerja, dan konsistensi pelaksanaan proyek.

Filosofi “Built to Perfection” pun bukan sekadar slogan perusahaan, melainkan menjadi prinsip yang diterapkan dalam setiap tahap pembangunan untuk menghasilkan proyek konstruksi yang aman, berkualitas, dan berkelanjutan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *