Musik

City Mall Rising Stars 2026: Saat Panggung Lokal Jadi Jalan Menuju Industri Musik

Cibinong – Perjalanan menuju industri musik tidak selalu dimulai dari panggung besar. Bagi para peserta City Mall Rising Stars 2026, langkah tersebut justru berawal dari panggung audisi di Cibinong City Mall, Bogor.

Ratusan penyanyi muda mengikuti City Mall Rising Stars 2026 di Cibinong City Mall, Bogor. Setelah melewati rangkaian audisi sejak 16 September, kompetisi ini mengerucut menjadi 20 semifinalis dan 12 finalis.

Berbeda dari ajang pencarian bakat yang hanya berfokus pada pemenang, City Mall Rising Stars 2026 memberikan kesempatan recording kepada 20 semifinalis. Sementara para finalis melanjutkan persaingan untuk memperebutkan gelar juara sekaligus kesempatan exclusive single recording.

Babak final berlangsung pada 20 September 2026. Emmanuella Amira Zavada dan Shannen Dominique Assa berhasil menjadi Champion. Tomi Efendi dan Demanuella Pandiangan menempati posisi Runner Up, sedangkan Emmanuella Amira Zavada juga meraih Top Vote berdasarkan pilihan publik.

Ratusan penyanyi muda mengikuti City Mall Rising Stars 2026 di Cibinong City Mall, Bogor. Setelah melewati rangkaian audisi sejak 16 September, kompetisi ini mengerucut menjadi 20 semifinalis dan 12 finalis. Berbeda dari ajang pencarian bakat yang hanya berfokus pada pemenang, City Mall Rising Stars 2026 memberikan kesempatan recording kepada 20 semifinalis. Sementara para finalis melanjutkan persaingan untuk memperebutkan gelar juara sekaligus kesempatan exclusive single recording. Babak final berlangsung pada 20 September 2026. Emmanuella Amira Zavada dan Shannen Dominique Assa berhasil menjadi Champion. Tomi Efendi dan Demanuella Pandiangan menempati posisi Runner Up, sedangkan Emmanuella Amira Zavada juga meraih Top Vote berdasarkan pilihan publik. Master vokal Haris yang terlibat dalam pelatihan peserta mengatakan ajang seperti ini penting untuk menemukan penyanyi yang belum mendapatkan ruang untuk tampil. “Masih banyak sekali penyanyi yang belum kita tahu. Ternyata masih banyak sekali yang belum ditemukan dan belum menunjukkan diri,” ujar Haris. Menurutnya, kemampuan vokal bukan satu-satunya modal untuk menjadi penyanyi profesional. Peserta juga perlu menjalani proses latihan, memahami teknik vokal, menguasai panggung, serta membangun karakter suara. “Yang paling penting menurut saya adalah dia original. Originalitas dan warna suara itu sangat-sangat penting,” katanya. Pandangan tersebut sejalan dengan musisi dan gitaris Tohpati. Ia menilai karakter suara menjadi salah satu aspek penting ketika seorang penyanyi mulai memasuki industri musik. “Kalau untuk masuk ke dunia industri, yang dilihat adalah karakter suara dan apakah dia bisa membuat lagu itu menjadi lebih baik,” ujar Tohpati. Menurutnya, kemenangan dalam kompetisi bukan otomatis menjadi ukuran perjalanan seorang penyanyi. Setelah kompetisi, mereka tetap harus membangun kemampuan dan menemukan cara untuk membuat pendengar tertarik. Musisi sekaligus penggiat industri musik Pongky Barata juga berharap peserta tidak berhenti setelah menerima piala. “Harapannya, mereka bukan hanya berhenti setelah menerima piala, tetapi benar-benar bisa bertahan di industri musik,” katanya. Perkembangan media sosial turut mengubah jalur penyanyi baru untuk dikenal publik. Tohpati menyebut penyanyi kini dapat memperkenalkan karya maupun cover melalui platform digital tanpa harus selalu mengandalkan festival. Meski begitu, kompetisi tetap memiliki fungsi sebagai ruang belajar, terutama untuk melatih mental dan pengalaman tampil. Hal tersebut juga menjadi perhatian Helena Idol. Menurutnya, semakin banyak kesempatan tampil, semakin banyak pengalaman yang bisa diperoleh penyanyi muda sebelum menghadapi industri musik yang lebih luas. Selain pengalaman panggung, kesempatan recording menjadi salah satu bagian penting dari City Mall Rising Stars 2026. Sebanyak 20 semifinalis mendapatkan kesempatan recording bersama, sedangkan pemenang memperoleh kesempatan membuat single. Penyelenggara berharap kesempatan tersebut dapat menjadi langkah awal bagi talenta terpilih untuk memiliki karya dan melanjutkan perjalanan di industri musik. Rangkaian City Mall Rising Stars 2026 berlangsung melalui booth audition pada 16 September, live audition 17 September, semifinal 19 September, dan final 20 September 2026. Dua belas finalis yang tampil di babak final adalah Demanuella Pandiangan, Karel Bonaparte, Nayra Alifias, Asyfa Namira, Ibrahim Gany, Miracle S Tobamora, Anindita Zahra Wahyudi, Caroline Simajuntak, Tomi Efendi, Emmanuella Amira Zavada, Shannen Dominique Assa, dan Sabina. Ajang ini pada akhirnya tidak hanya menjadi panggung untuk menentukan juara, tetapi juga memberi peserta pengalaman tampil, berlatih, mengenali karakter vokal, hingga masuk ke proses recording.

Master vokal Haris yang terlibat dalam pelatihan peserta mengatakan ajang seperti ini penting untuk menemukan penyanyi yang belum mendapatkan ruang untuk tampil.

“Masih banyak sekali penyanyi yang belum kita tahu. Ternyata masih banyak sekali yang belum ditemukan dan belum menunjukkan diri,” ujar Haris.

Baca Juga:  Perayaan Musik Jazz dan Kebangkitan dari Timur Indonesia

Menurutnya, kemampuan vokal bukan satu-satunya modal untuk menjadi penyanyi profesional. Peserta juga perlu menjalani proses latihan, memahami teknik vokal, menguasai panggung, serta membangun karakter suara.

“Yang paling penting menurut saya adalah dia original. Originalitas dan warna suara itu sangat-sangat penting,” katanya.

Pandangan tersebut sejalan dengan musisi dan gitaris Tohpati. Ia menilai karakter suara menjadi salah satu aspek penting ketika seorang penyanyi mulai memasuki industri musik.

“Kalau untuk masuk ke dunia industri, yang dilihat adalah karakter suara dan apakah dia bisa membuat lagu itu menjadi lebih baik,” ujar Tohpati.

Menurutnya, kemenangan dalam kompetisi bukan otomatis menjadi ukuran perjalanan seorang penyanyi. Setelah kompetisi, mereka tetap harus membangun kemampuan dan menemukan cara untuk membuat pendengar tertarik.

Musisi sekaligus penggiat industri musik Pongky Barata juga berharap peserta tidak berhenti setelah menerima piala.

“Harapannya, mereka bukan hanya berhenti setelah menerima piala, tetapi benar-benar bisa bertahan di industri musik,” katanya.

Perkembangan media sosial turut mengubah jalur penyanyi baru untuk dikenal publik. Tohpati menyebut penyanyi kini dapat memperkenalkan karya maupun cover melalui platform digital tanpa harus selalu mengandalkan festival.

Meski begitu, kompetisi tetap memiliki fungsi sebagai ruang belajar, terutama untuk melatih mental dan pengalaman tampil.

Baca Juga:  "Ribuan Rindu" Raissa Ramadhani Kisahkan Perjalanan Cinta Banyak Orang
Ratusan penyanyi muda mengikuti City Mall Rising Stars 2026 di Cibinong City Mall, Bogor. Setelah melewati rangkaian audisi sejak 16 September, kompetisi ini mengerucut menjadi 20 semifinalis dan 12 finalis. Berbeda dari ajang pencarian bakat yang hanya berfokus pada pemenang, City Mall Rising Stars 2026 memberikan kesempatan recording kepada 20 semifinalis. Sementara para finalis melanjutkan persaingan untuk memperebutkan gelar juara sekaligus kesempatan exclusive single recording. Babak final berlangsung pada 20 September 2026. Emmanuella Amira Zavada dan Shannen Dominique Assa berhasil menjadi Champion. Tomi Efendi dan Demanuella Pandiangan menempati posisi Runner Up, sedangkan Emmanuella Amira Zavada juga meraih Top Vote berdasarkan pilihan publik. Master vokal Haris yang terlibat dalam pelatihan peserta mengatakan ajang seperti ini penting untuk menemukan penyanyi yang belum mendapatkan ruang untuk tampil. “Masih banyak sekali penyanyi yang belum kita tahu. Ternyata masih banyak sekali yang belum ditemukan dan belum menunjukkan diri,” ujar Haris. Menurutnya, kemampuan vokal bukan satu-satunya modal untuk menjadi penyanyi profesional. Peserta juga perlu menjalani proses latihan, memahami teknik vokal, menguasai panggung, serta membangun karakter suara. “Yang paling penting menurut saya adalah dia original. Originalitas dan warna suara itu sangat-sangat penting,” katanya. Pandangan tersebut sejalan dengan musisi dan gitaris Tohpati. Ia menilai karakter suara menjadi salah satu aspek penting ketika seorang penyanyi mulai memasuki industri musik. “Kalau untuk masuk ke dunia industri, yang dilihat adalah karakter suara dan apakah dia bisa membuat lagu itu menjadi lebih baik,” ujar Tohpati. Menurutnya, kemenangan dalam kompetisi bukan otomatis menjadi ukuran perjalanan seorang penyanyi. Setelah kompetisi, mereka tetap harus membangun kemampuan dan menemukan cara untuk membuat pendengar tertarik. Musisi sekaligus penggiat industri musik Pongky Barata juga berharap peserta tidak berhenti setelah menerima piala. “Harapannya, mereka bukan hanya berhenti setelah menerima piala, tetapi benar-benar bisa bertahan di industri musik,” katanya. Perkembangan media sosial turut mengubah jalur penyanyi baru untuk dikenal publik. Tohpati menyebut penyanyi kini dapat memperkenalkan karya maupun cover melalui platform digital tanpa harus selalu mengandalkan festival. Meski begitu, kompetisi tetap memiliki fungsi sebagai ruang belajar, terutama untuk melatih mental dan pengalaman tampil. Hal tersebut juga menjadi perhatian Helena Idol. Menurutnya, semakin banyak kesempatan tampil, semakin banyak pengalaman yang bisa diperoleh penyanyi muda sebelum menghadapi industri musik yang lebih luas. Selain pengalaman panggung, kesempatan recording menjadi salah satu bagian penting dari City Mall Rising Stars 2026. Sebanyak 20 semifinalis mendapatkan kesempatan recording bersama, sedangkan pemenang memperoleh kesempatan membuat single. Penyelenggara berharap kesempatan tersebut dapat menjadi langkah awal bagi talenta terpilih untuk memiliki karya dan melanjutkan perjalanan di industri musik. Rangkaian City Mall Rising Stars 2026 berlangsung melalui booth audition pada 16 September, live audition 17 September, semifinal 19 September, dan final 20 September 2026. Dua belas finalis yang tampil di babak final adalah Demanuella Pandiangan, Karel Bonaparte, Nayra Alifias, Asyfa Namira, Ibrahim Gany, Miracle S Tobamora, Anindita Zahra Wahyudi, Caroline Simajuntak, Tomi Efendi, Emmanuella Amira Zavada, Shannen Dominique Assa, dan Sabina. Ajang ini pada akhirnya tidak hanya menjadi panggung untuk menentukan juara, tetapi juga memberi peserta pengalaman tampil, berlatih, mengenali karakter vokal, hingga masuk ke proses recording.

Hal tersebut juga menjadi perhatian Helena Idol. Menurutnya, semakin banyak kesempatan tampil, semakin banyak pengalaman yang bisa diperoleh penyanyi muda sebelum menghadapi industri musik yang lebih luas.

Selain pengalaman panggung, kesempatan recording menjadi salah satu bagian penting dari City Mall Rising Stars 2026. Sebanyak 20 semifinalis mendapatkan kesempatan recording bersama, sedangkan pemenang memperoleh kesempatan membuat single.

Penyelenggara berharap kesempatan tersebut dapat menjadi langkah awal bagi talenta terpilih untuk memiliki karya dan melanjutkan perjalanan di industri musik.

Rangkaian City Mall Rising Stars 2026 berlangsung melalui booth audition pada 16 September, live audition 17 September, semifinal 19 September, dan final 20 September 2026.

Dua belas finalis yang tampil di babak final adalah Demanuella Pandiangan, Karel Bonaparte, Nayra Alifias, Asyfa Namira, Ibrahim Gany, Miracle S Tobamora, Anindita Zahra Wahyudi, Caroline Simajuntak, Tomi Efendi, Emmanuella Amira Zavada, Shannen Dominique Assa, dan Sabina.

Ajang ini pada akhirnya tidak hanya menjadi panggung untuk menentukan juara, tetapi juga memberi peserta pengalaman tampil, berlatih, mengenali karakter vokal, hingga masuk ke proses recording.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *