Health

Betadine Edukasi Pentingnya Jaga Higienitas Kulit Setelah Seharian di Luar Rumah

Jakarta – Gaya hidup aktif, mobilitas tinggi, dan semakin seringnya masyarakat beraktivitas di ruang publik membuat isu higienitas pribadi kembali mendapat perhatian. Namun, di tengah tren self-care yang berkembang pesat, masih banyak orang yang menganggap kebersihan kulit hanya sebatas terlihat bersih dari luar.

Melihat perubahan perilaku tersebut, Betadine Cleanser memperkenalkan kampanye edukasi “Social-Ready Hygiene” dalam ajang BeautyFest Asia 2026. Kampanye ini mengajak masyarakat, khususnya generasi muda yang aktif, untuk lebih memahami kapan kulit membutuhkan perlindungan antiseptik tambahan setelah terpapar lingkungan dengan risiko paparan mikroorganisme yang lebih tinggi.

Isu ini menjadi semakin relevan seiring meningkatnya aktivitas commuting, penggunaan transportasi umum, olahraga di fasilitas bersama, hingga rutinitas bekerja dari berbagai lokasi yang membuat interaksi dengan banyak permukaan publik sulit dihindari.

Menurut berbagai panduan kesehatan global, termasuk dari World Health Organization (WHO), kebersihan tangan dan kulit merupakan bagian penting dalam upaya mengurangi penyebaran mikroorganisme, terutama di area publik yang digunakan banyak orang.

Berbeda dengan pendekatan kebersihan konvensional yang hanya berfokus pada penampilan, konsep Social-Ready Hygiene menyoroti pentingnya kesadaran terhadap kondisi kulit setelah menjalani aktivitas tertentu.

Melalui konsep Reset Clean, masyarakat diajak untuk lebih mindful dalam menjaga higienitas kulit setelah melakukan aktivitas dengan tingkat paparan kuman lebih tinggi, seperti bepergian menggunakan transportasi umum, berolahraga di fasilitas bersama, atau beraktivitas outdoor dalam waktu lama.

Menurut Michica Wijaya, Brand Manager Feminine and Skin Care iNova Pharmaceuticals Indonesia, perubahan gaya hidup masyarakat menuntut pendekatan baru terhadap higienitas.

“Seiring gaya hidup yang semakin aktif dan dinamis, kami ingin mengajak masyarakat memahami bahwa higienitas bukan hanya soal terlihat bersih, tetapi juga mengetahui kapan antiseptik kulit dibutuhkan untuk membantu menjaga higienitas setelah situasi dengan paparan mikroorganisme yang lebih tinggi,” ujarnya.

Fenomena ini juga mendapat perhatian dari kalangan medis. dr. Danar Wicaksono, MSc., SpDVE, menjelaskan bahwa banyak orang belum menyadari besarnya interaksi kulit dengan lingkungan selama menjalani aktivitas sehari-hari.

Menurutnya, kulit secara alami menjadi tempat hidup berbagai mikroorganisme yang merupakan bagian dari ekosistem normal tubuh. Namun dalam kondisi tertentu, seperti setelah menggunakan fasilitas umum atau melakukan aktivitas fisik intensif, tingkat paparan terhadap mikroorganisme dari lingkungan bisa meningkat.

“Yang menjadi perhatian bukan aktivitas harian biasa, melainkan situasi tertentu ketika tangan dan kulit banyak bersentuhan dengan permukaan yang digunakan bersama oleh banyak orang,” jelas dr. Danar.

Ia menambahkan bahwa sabun mandi biasa tetap menjadi pilihan utama untuk kebersihan sehari-hari. Namun dalam kondisi dengan paparan mikroorganisme yang lebih tinggi, antiseptik kulit dapat digunakan sebagai langkah tambahan untuk mendukung higienitas.

Menariknya, edukasi kesehatan kali ini dikemas dengan pendekatan yang dekat dengan generasi muda. Betadine Cleanser menggandeng ilustrator Dinda Puspitasari (Dindaps) untuk menghadirkan desain kemasan edisi khusus yang merepresentasikan tiga karakter gaya hidup modern.

Ketiga persona tersebut adalah The Commuter, yang aktif menggunakan fasilitas publik; The Explorer, yang gemar beraktivitas di luar ruangan; dan The Social, yang aktif berinteraksi di berbagai ruang sosial.

Kolaborasi ini menunjukkan bagaimana isu kesehatan dan higienitas kini mulai menjadi bagian dari identitas gaya hidup urban, berdampingan dengan tren wellness, self-care, dan active living yang semakin berkembang di kalangan generasi muda.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *