Musik

Mario G Klau dan Grace Kaitlin Bicara Ego Lewat “Riuh”


Jakarta – Hubungan yang terlalu lama dipenuhi ego dan gengsi bisa membuat banyak hal akhirnya hanya tersimpan di kepala. Situasi seperti itu menjadi cerita yang diangkat Mario G Klau bersama Grace Kaitlin lewat single duet terbaru mereka, “Riuh”.

Lagu ini bercerita tentang hubungan yang awalnya berjalan dengan cinta, tetapi perlahan terasa berat ketika salah satu pihak terus mengalah dan mengikuti keinginan pasangannya. Perasaan yang tidak pernah disampaikan kemudian menumpuk hingga menjadi konflik yang sulit dihindari.

Mario mengatakan “Riuh” tidak semata-mata menggambarkan pertengkaran dalam hubungan. Lagu ini lebih banyak berbicara tentang keras kepala, ego, gengsi, dan keberanian untuk mengungkapkan apa yang sebenarnya dirasakan.

“Riuh itu suara keras kepala dari semua orang. Kadang ada banyak hal yang tidak bisa kita ungkapkan secara langsung karena ada gengsi, ego, atau rasa takut kalau hubungan itu justru berakhir ketika semuanya diucapkan,” ujar Mario.

Cerita tersebut tergambar dalam lirik, “Semenjak ku ikuti caramu, semenjak mengiyakan maumu…”. Potongan itu menggambarkan seseorang yang perlahan kehilangan ruang untuk menjadi dirinya sendiri karena terlalu lama berusaha mempertahankan hubungan.

Pilihan Mario menggandeng Grace Kaitlin juga menjadi bagian penting dari karakter lagu ini. Keduanya tidak ditempatkan sebagai pasangan yang sedang berkonflik, melainkan seperti dua orang yang sedang berbagi pengalaman tentang sebuah hubungan. Pendekatan tersebut membuat “Riuh” terasa lebih seperti percakapan daripada sekadar duet vokal.

Mario mengaku sejak awal melihat karakter vokal Grace cocok dengan cerita yang ingin disampaikan. Menurutnya, suara Grace yang terdengar polos dan tulus membuat emosi dalam lagu tetap terasa sederhana tanpa perlu dibawakan secara berlebihan.

“Lagu ini terlalu jujur untuk dibawakan oleh seseorang yang berpura-pura. Grace menyanyikannya dengan sangat tulus. Rasanya seperti dua orang yang sedang duduk dan ngobrol, bukan sedang menunjukkan kemampuan teknik bernyanyi,” kata Mario.

Lewat aransemen yang emosional dan permainan vokal keduanya, “Riuh” membawa cerita tentang hubungan yang mungkin terasa dekat bagi pendengarnya: ketika terlalu lama mengalah, memilih diam, atau menunda percakapan yang sebenarnya perlu dilakukan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *