Gaya Hidup

Petra Sihombing Ungkap Kekaguman pada Orang Terdekat

Jakarta – Tidak semua rasa bangga mudah disampaikan secara langsung. Ada kekaguman yang terlalu besar untuk sekadar diucapkan saat nongkrong bersama teman. Bagi Petra Sihombing, lagu menjadi cara yang lebih tepat untuk menyampaikannya.

Perasaan itulah yang menjadi napas single terbaru Petra berjudul “Bangga”. Sesuai judulnya, lagu ini bercerita tentang seseorang yang menyampaikan kekaguman dan kebanggaannya kepada orang lain yang sudah lama dikenalnya.

Bukan tentang romansa semata, “Bangga” justru memperluas makna surat cinta ke hubungan antarteman. Tentang melihat seseorang melewati masa sulit, terus berjuang, hingga akhirnya berhasil mencapai sesuatu yang selama ini diimpikannya.

“Seperti judulnya, lagu ini adalah kisah tentang seseorang yang menyampaikan kekagumannya, kebanggaannya ke orang lain. Perasaan ikut senang sama dia yang sudah elo kenal lama, yang elo lihat susah-susahnya. Dari jauh, elo akhirnya melihat orang ini akhirnya berhasil jadi apa yang dia impikan,” ujar Petra.

Tema tentang hal-hal sederhana yang tumbuh dari keseharian memang bukan sesuatu yang asing dalam karya Petra. Namun, “Bangga” terasa lebih personal karena berangkat dari sesuatu yang justru kerap sulit dilakukan: mengatakan secara langsung kepada orang terdekat bahwa dirinya bangga terhadap pencapaian mereka.

Petra mengaku bukan tipe orang yang mudah mengungkapkan perasaan secara verbal, terutama dalam pertemanan.

“Dalam hubungan pertemanan, gue lumayan susah untuk ngomong langsung. Kalau nongkrong, gue konteksnya lebih sering denger daripada ngomong. Kayaknya ada hal-hal yang lebih cakep diomongin pakai lagu. Nah, ini salah satunya,” tuturnya.

Ada cerita lain di balik proses lahirnya “Bangga”. Single ini menjadi salah satu karya Petra yang hadir tanpa persiapan panjang seperti biasanya. Petra menyebut lagu tersebut sebagai karya yang datang secara spontan. Ia bahkan belum pernah merilis lagu dengan pola seperti ini sebelumnya.

“Gue belum pernah rilis karya mendadak. Ini yang pertama. Jadi, ini sebenarnya di luar ritme yang biasa gue jalanin. Tapi, rasanya momennya pas. Gue merasa ini harus secepat itu dirilis,” katanya.

Meski dikerjakan secara cepat, proses produksinya tetap berlangsung dengan melibatkan sejumlah musisi dan kreator yang sudah dekat dengan Petra secara karya. Nuansa hangat tersebut bahkan terasa sampai ke lingkaran keluarganya. Anak Petra ikut menuliskan kata “Bangga” untuk artwork single, sementara sang istri turut mengisi backing vocal.

Keterlibatan orang-orang terdekat tersebut membuat “Bangga” terasa seperti sebuah karya yang lahir dari lingkungan yang hangat. Bukan lagu dengan pesan yang rumit, melainkan ungkapan sederhana yang mungkin selama ini terlalu jarang disampaikan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *