Gaya Hidup

Ghea Indrawari Rilis Album Rasi Bintang, Bercerita tentang Cinta

Jakarta – Setelah mengajak pendengar berdamai dengan diri sendiri lewat album debut Berdamai, Ghea Indrawari kini membuka babak yang berbeda. Penyanyi dan penulis lagu itu merilis album keduanya, Rasi Bintang, yang membawa pendengar masuk ke wilayah cinta, kehilangan, keraguan, hingga kehidupan setelah putus.

Album ini menjadi ruang eksplorasi baru bagi Ghea. Jika Berdamai banyak berbicara tentang self healing dan self love, Rasi Bintang justru menyoroti sisi manusia ketika harus berhadapan dengan perasaan yang tidak selalu punya jawaban.

Konsep album berangkat dari gagasan tentang rasi bintang yang sejak lama dianggap sebagai penunjuk arah. Dalam konteks Ghea, bintang menjadi metafora bagi seseorang yang sedang mencari tanda ketika menjalani hubungan, menghadapi ketidakpastian, atau mencoba memahami perasaannya sendiri.

“Di alam semesta yang penuh tanda tanya, biarkan rasi bintang menuntun kita dalam cinta.”

Lewat sembilan lagu, Rasi Bintang disusun seperti perjalanan emosional di bawah langit malam. Ada rasa takjub ketika menemukan seseorang, ketakutan kehilangan, kebingungan membaca tanda-tanda dalam hubungan, hingga fase life after break up yang tidak selalu berjalan sederhana.

Tema tersebut terasa dekat dengan pengalaman percintaan generasi sekarang, terutama ketika hubungan dan perasaan kerap berjalan di antara harapan, asumsi, dan pertanyaan yang tidak terjawab.

Eksplorasi Musik yang Lebih Berani

Tidak hanya dari sisi cerita, Ghea juga memperluas eksplorasi musikalnya di album ini. Sembilan lagu di dalamnya memiliki warna yang berbeda, memperlihatkan keberanian untuk mencoba pendekatan baru tanpa meninggalkan karakter vokal dan penulisan lagu yang selama ini menjadi identitasnya.

Beberapa lagu bahkan menggunakan bahasa Inggris. Pilihan tersebut memberi ruang bagi Ghea untuk mengeksplorasi sisi yang lebih intim dan personal, sekaligus memperlihatkan bahwa ekspresi emosional dalam musik tidak selalu harus dibatasi oleh satu bahasa.

Perpaduan bahasa, warna musik, dan pendekatan visual membuat Rasi Bintang terasa seperti semesta baru yang dibangun Ghea secara utuh. Musik tidak berdiri sendiri, tetapi menjadi bagian dari cerita tentang cinta dan cara seseorang membaca perasaannya.

Di titik ini, Rasi Bintang tidak sekadar menjadi album tentang jatuh cinta. Ia juga berbicara tentang fase ketika seseorang mulai menyadari bahwa cinta tidak selalu datang dengan kepastian.

Ada kalanya seseorang membutuhkan “tanda” untuk menentukan apakah harus bertahan, melepaskan, atau sekadar menerima bahwa tidak semua pertanyaan dalam hubungan memiliki jawaban.

Ghea berharap sembilan lagu dalam album ini dapat menjadi teman bagi mereka yang sedang jatuh cinta, kehilangan arah, menghadapi perpisahan, atau mencoba memahami isi hati sendiri.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *