Samsung Kenalkan Connected Care di VivaTech 2026, AI dan Wearable Jadi Masa Depan Kesehatan Sehari-hari
Jakarta – Mengelola kesehatan kini tak lagi hanya dilakukan saat sakit atau ketika berada di rumah sakit. Perkembangan teknologi berbasis kecerdasan buatan (AI), wearable device, dan smart home mulai mengubah cara masyarakat memantau kondisi tubuh secara lebih proaktif setiap hari.
Samsung Electronics dalam ajang VivaTech 2026 di Paris, Prancis, memperkenalkan visi Connected Care melalui tema “Open Invitation to a Healthier Tomorrow”, sebuah kosistem layanan kesehatan digital yang menghubungkan perangkat, layanan, tenaga medis, dan pengguna dalam satu pengalaman yang terintegrasi.
“Samsung menghadirkan solusi connected care yang unik melalui ekosistem Samsung yang mencakup smartphone, perangkat wearable, peralatan rumah tangga, dan TV, serta didukung oleh berbagai kemitraan terbuka,” ujar Stephanie Choi, Executive Vice President dan Head of Global Brand Center Samsung Electronics.
Fondasi utama dari visi tersebut adalah Samsung Health, platform kesehatan yang kini berkembang menjadi pusat pengelolaan wellness personal yang mengintegrasikan lima aspek kesehatan utama, yaitu kualitas tidur, aktivitas fisik, nutrisi, kesehatan mental, dan pemantauan tanda-tanda vital.
Salah satu hal menarik yang ditampilkan Samsung adalah bagaimana berbagai perangkat yang selama ini digunakan secara terpisah kini dapat saling terhubung untuk mendukung gaya hidup sehat.
Melalui integrasi antara smartphone Galaxy, Galaxy Watch, dan Samsung Health, pengguna dapat memperoleh gambaran kondisi tubuh secara lebih menyeluruh. Fitur terbaru seperti Heart Health Score, Vitals, hingga Daily Cardio Load memungkinkan pengguna memantau kesehatan secara lebih personal berdasarkan aktivitas harian.
Samsung juga memperluas konsep wellness ke dalam rumah melalui Bespoke AI Refrigerator Family Hub. Kulkas pintar ini mampu memantau stok makanan, mengingatkan masa kedaluwarsa bahan pangan, hingga memberikan insight mengenai pola konsumsi pengguna melalui fitur AI Food Manager dan FoodNote.
Salah satu inovasi paling strategis yang diperkenalkan Samsung adalah integrasi teknologi kesehatan dengan layanan klinis melalui platform digital healthcare Xealth yang diakuisisi perusahaan pada tahun lalu.
Kolaborasi ini memungkinkan tenaga medis memantau kondisi pasien secara lebih berkelanjutan, bahkan setelah pasien meninggalkan rumah sakit. Data dari smartphone Galaxy maupun perangkat wearable dapat menjadi bagian dari pemantauan kesehatan yang dilakukan tenaga kesehatan secara real-time.
Konsep tersebut dinilai berpotensi mengubah pengalaman pasien, karena hubungan antara dokter dan pasien tidak lagi terbatas pada kunjungan klinis, melainkan berlangsung secara berkelanjutan melalui dukungan teknologi digital.
Menariknya, konsep connected care Samsung juga merambah sektor pet wellness.
Melalui kolaborasi dengan platform kesehatan hewan peliharaan Lifet, pengguna cukup mengambil foto menggunakan smartphone untuk membantu AI mendeteksi potensi masalah kesehatan tertentu pada hewan peliharaan, termasuk indikasi gangguan gigi, katarak, hingga patellar luxation.
Inovasi ini menunjukkan bahwa penggunaan AI dalam kesehatan semakin meluas dan tidak lagi hanya berfokus pada manusia.
Selain menampilkan teknologi internal, Samsung juga menegaskan pentingnya kolaborasi lintas industri untuk mempercepat inovasi kesehatan digital.
Di zona Open Care Lab, Samsung menghadirkan berbagai solusi hasil kerja sama dengan startup dan mitra teknologi, mulai dari AI Beauty Screen bersama Amorepacific, layanan Visual Meditation untuk Samsung TV, hingga solusi analisis kulit dan kulit kepala berbasis AI yang dikembangkan startup binaan Samsung melalui program C-Lab.
Pendekatan open ecosystem ini menjadi strategi Samsung untuk membangun layanan kesehatan yang lebih personal, adaptif, dan relevan dengan kebutuha

