INDOFEST 2026 Jadi Surganya Anak Gunung dan Pecinta Outdoor
Jakarta — Tren gaya hidup outdoor di Indonesia terus menunjukkan pertumbuhan positif. Aktivitas seperti hiking, camping, trail running hingga overlanding kini tak lagi sekadar hobi komunitas tertentu, tetapi mulai menjadi bagian dari gaya hidup generasi muda yang mencari pengalaman sekaligus keseimbangan hidup.
Fenomena tersebut menjadi salah satu sorotan utama dalam penyelenggaraan Indonesia Outdoor Festival (INDOFEST) 2026, yang berlangsung pada 4–7 Juni 2026 di Hall B JICC Senayan, Jakarta.
Memasuki usia ke-10, pameran ini tidak hanya menjadi ajang belanja perlengkapan outdoor, tetapi juga mencerminkan semakin matangnya ekosistem industri luar ruang di Indonesia.
Selama satu dekade terakhir, INDOFEST berkembang menjadi titik temu antara produsen, pelaku industri, komunitas, hingga pecinta aktivitas alam yang bersama-sama mendorong lahirnya pasar outdoor nasional yang semakin kompetitif.
Chief Executive Officer COS Event, Disyon Toba, mengatakan perjalanan 10 tahun INDOFEST menjadi bukti bahwa industri outdoor Indonesia memiliki potensi besar untuk terus berkembang apabila didukung kolaborasi lintas sektor.
Menurutnya, tantangan terbesar bukan hanya menghadirkan produk berkualitas, tetapi juga membangun kesamaan visi antara pelaku industri, komunitas, dan pemerintah agar aktivitas outdoor mampu memberikan nilai tambah bagi ekonomi sekaligus mendorong pariwisata berbasis alam yang berkelanjutan.
Indonesia sendiri dinilai memiliki modal besar berupa kekayaan bentang alam yang dapat menjadi kekuatan utama dalam pengembangan industri outdoor. Dengan pengelolaan yang tepat, sektor ini berpotensi menciptakan peluang ekonomi baru sekaligus memperluas pasar produk lokal.
Salah satu indikator berkembangnya industri outdoor nasional terlihat dari komposisi peserta pameran tahun ini. Sekitar 80 persen dari total 80 brand yang hadir merupakan merek lokal, sementara sisanya adalah brand internasional.
Dominasi produk dalam negeri menunjukkan bahwa kualitas perlengkapan outdoor buatan Indonesia semakin mampu bersaing di pasar nasional maupun regional. Hal ini sekaligus membuka peluang bagi industri kreatif dan UMKM untuk menjangkau konsumen yang lebih luas.
Tak hanya menghadirkan inovasi terbaru, berbagai tenant juga menawarkan promo menarik dengan potongan harga hingga 70 persen, menjadikan INDOFEST sebagai salah satu agenda belanja outdoor terbesar tahun ini.
Project Director INDOFEST 2026, Niken Saraswati Ratnaningtyas, melihat meningkatnya minat generasi muda terhadap aktivitas luar ruang sebagai tren yang akan terus berkembang.
Menurutnya, karakter aktivitas outdoor yang fleksibel, mudah diakses, serta didukung kondisi alam Indonesia membuat olahraga dan rekreasi berbasis alam semakin diminati, terutama oleh Generasi Z yang mengutamakan pengalaman dibanding sekadar konsumsi barang.
Perubahan pola hidup pascapandemi juga ikut mendorong masyarakat untuk lebih dekat dengan alam sebagai cara menjaga kesehatan fisik maupun mental.
Melihat tren tersebut, INDOFEST ingin memperluas makna kegiatan outdoor agar tidak lagi dianggap sebagai aktivitas minat khusus, melainkan menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat urban Indonesia.
Perayaan satu dekade INDOFEST juga diisi dengan Mini Museum yang mendokumentasikan perjalanan festival sejak 2016 sekaligus perkembangan industri outdoor nasional.
Selain itu, penyelenggara menggandeng komunitas Bersibersi Lemari dalam kampanye pengumpulan pakaian bekas layak pakai yang akan disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan. Langkah ini menunjukkan bahwa budaya outdoor juga dapat berjalan seiring dengan kepedulian terhadap isu sosial dan keberlanjutan lingkungan.
Tahun ini, INDOFEST menargetkan 60.000 pengunjung dengan nilai transaksi mencapai Rp60 miliar, mencerminkan optimisme terhadap pertumbuhan industri outdoor Indonesia yang terus meningkat.
Dengan tiket masuk Rp75 ribu dan jam operasional pukul 10.00–21.00 WIB, pengunjung juga akan disuguhkan berbagai hiburan dari musisi seperti Ten 2 Five, Fiersa Besari, Mocca, hingga Souljah, menjadikan festival ini sebagai perpaduan antara pameran, hiburan, dan perayaan gaya hidup outdoor yang semakin dekat dengan anak muda Indonesia.

