Agoda Bikin Rencana Liburan Lebih Praktis Lewat Asisten AI
Jakarta — Merencanakan liburan kini bisa dilakukan tanpa harus bolak-balik membuka banyak aplikasi. Agoda memperkenalkan Asisten AI, fitur yang memungkinkan wisatawan mencari inspirasi, menyusun itinerary, membandingkan pilihan, hingga melanjutkan pemesanan hanya melalui satu percakapan.
Setelah melalui uji coba terbatas pada September lalu, fitur ini kini tersedia di 21 negara, termasuk Indonesia. Asisten AI Agoda dirancang untuk membantu wisatawan sejak tahap awal ketika masih mencari ide perjalanan hingga saat menentukan hotel, penerbangan, aktivitas, dan berbagai kebutuhan lainnya.
Selama ini, mencari perjalanan sering berarti berpindah dari satu platform ke platform lain. Mulai dari mencari rekomendasi destinasi, mengecek ulasan dan lokasi, membandingkan harga, sampai memastikan ketersediaan. Lewat Asisten AI, berbagai tahapan tersebut coba dibuat lebih sederhana dalam satu pengalaman.
Wisatawan misalnya bisa meminta bantuan untuk menyusun liburan keluarga selama lima hari ke Osaka. Dari menentukan kawasan yang ingin dikunjungi, mencari restoran dan atraksi, hingga menemukan hotel dan penerbangan sesuai tanggal perjalanan, semuanya dapat dilakukan lewat percakapan. Asisten ini juga dapat mengingat preferensi pengguna sehingga rekomendasi bisa disesuaikan dengan rencana yang sedang dibuat.
Rencana perjalanan yang sudah disusun kemudian dapat dilihat dalam satu tampilan perencana perjalanan. Pengguna bisa mencatat tempat yang ingin dikunjungi, mengatur pemesanan yang akan datang, maupun melanjutkan rencana yang masih dalam tahap pencarian tanpa harus mengulang semuanya dari awal.
Menariknya, Asisten AI Agoda juga terhubung dengan pencarian web sehingga dapat memberikan informasi terkini dari internet sekaligus mengecek pilihan yang tersedia di Agoda. Dalam fitur pencarian restoran dan tempat menarik, Agoda memanfaatkan Gemini yang terintegrasi dengan Google Maps Grounding untuk menampilkan informasi seperti rating, foto, jam operasional, dan lokasi.
Untuk kemampuan percakapannya, Asisten AI Agoda menggunakan model OpenAI sebagai teknologi utama.
Menurut CEO Agoda Omri Morgenshtern, fitur ini dikembangkan untuk mengurangi proses berulang yang selama ini dilakukan wisatawan ketika merencanakan perjalanan.
“Kami ingin mengubah pengalaman tersebut dengan menghadirkan asisten cerdas yang dapat memahami preferensi dan kebutuhan perjalanan setiap wisatawan, serta menyesuaikan rekomendasinya,” ujar Omri.
Hasil awal uji coba beta juga menunjukkan bahwa pengguna Asisten AI Agoda cenderung lebih sering memesan perjalanan yang menggabungkan beberapa kebutuhan sekaligus, seperti hotel, penerbangan, tiket atraksi, dan tur.

