News

Bandung 1990 Menghidupkan Kembali Kejayaan Pop Sunda

Bandung — Musik pop Sunda dan kesenian tradisional kembali mendapat panggung dalam perhelatan Lestari Tradisi: Bandung 1990 yang digelar Titimangsa bersama Bakti Budaya Djarum Foundation di Bumi Sangkuriang, Bandung, Sabtu (17/10). 

Menggabungkan pertunjukan musik, tari, kreativitas seniman lokal, hingga bazar UMKM, acara ini mengajak masyarakat menikmati kembali kekayaan budaya Sunda dalam suasana pesta rakyat.

Nama Bandung 1990 membawa nuansa nostalgia, terutama bagi mereka yang tumbuh bersama lagu-lagu pop Sunda yang pernah meramaikan industri musik Jawa Barat. Melalui perhelatan ini, musik dan kesenian tradisional tidak hanya hadir sebagai warisan masa lalu, tetapi juga menjadi bagian dari pengalaman hiburan yang bisa dinikmati lintas generasi.

Bandung 1990, Menghidupkan Kembali Kejayaan Pop Sunda

Rangkaian acara dimulai pukul 14.30 WIB dengan pembukaan area bazar yang menghadirkan pelaku UMKM dari Bandung dan sekitarnya. Pengunjung dapat menjelajahi aneka kuliner serta kerajinan khas Sunda sebelum menyaksikan penampilan para seniman lokal dalam sesi Unjuk Bakat pada sore hari.

Baca Juga:  KAI Pastikan Kesiapan Angkutan Natal dan Tahun Baru

Sesi tersebut menjadi ruang bagi sanggar dan talenta lokal untuk memperkenalkan karya sekaligus menunjukkan keberagaman ekspresi seni Sunda. Suasana acara turut diramaikan EJPeace, kelompok komedian dan kreator konten asal Bandung yang dikenal melalui video parodi mereka.

Memasuki malam hari, panggung utama yang dimulai pukul 19.30 WIB akan dipandu Sule, Ceu Popon, dan Ohang. Sejumlah nama yang lekat dengan musik dan hiburan Sunda turut meramaikan acara, di antaranya Doel Sumbang, Nining Meida, Bungsu Bandung, Candil, Dewi Gita, Yukie Pas Band, Ebith Beat A, Dira Sugandi, Ujang Darso, dan Rehan Darso.

Bandung 1990, Menghidupkan Kembali Kejayaan Pop Sunda

Perhelatan ini juga melibatkan pelaku seni tradisi melalui penampilan Saung Angklung Udjo, Jugala Jaipongan, SambaSunda, serta Studio Tari Indrawati Lukman. Kehadiran mereka memperlihatkan beragam bentuk kesenian Sunda, mulai dari musik dan tari hingga pertunjukan yang berakar pada tradisi lokal.

Baca Juga:  Transformasi Kawasan Bisnis Bidakara Menjadi Gaya Hidup Urban di Jakarta Selatan

Perpaduan musik populer, kesenian tradisional, dan aktivitas ekonomi kreatif membuat Lestari Tradisi: Bandung 1990 menawarkan pengalaman yang lebih luas daripada sekadar konser. Pesta rakyat ini juga membuka ruang bagi seniman dan pelaku usaha lokal untuk bertemu dengan masyarakat, sekaligus memperkenalkan budaya Sunda melalui cara yang dekat dengan kehidupan sehari-hari.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *