Sasa Gandeng Mitra Turkiye Senilai USD 1 Juta
Tangerang — PT Sasa Inti (Sasa) menjalin kemitraan perdagangan dengan Zafer Global Gida San. Dış Tic. Ltd. Şti. dari Turkiye melalui kesepakatan senilai USD 1 juta untuk suplai Low-Fat Desiccated Coconut (LFDC) atau kelapa parut kering rendah lemak.
Kesepakatan tersebut ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) dalam ajang Trade Expo Indonesia (TEI) 2026 di ICE BSD City, Tangerang Selatan, pada 15 Oktober 2026. Penandatanganan ini disaksikan Menteri Perdagangan Republik Indonesia, Budi Santoso, dengan pelaksanaan kerja sama direncanakan mulai 2027.
Peluang kerja sama ini sejalan dengan posisi Indonesia sebagai salah satu pemasok utama kelapa olahan dunia. Berdasarkan Outlook Komoditas Kelapa 2025 dari Kementerian Pertanian, Indonesia menempati posisi kedua sebagai eksportir kelapa kering terbesar dunia pada periode 2019–2023, dengan pangsa pasar 24,90 persen. Pada 2023, volume ekspor Indonesia bahkan melampaui Filipina yang sebelumnya memimpin selama enam tahun berturut-turut.
Turkiye menjadi pasar potensial dengan rata-rata impor kelapa parut kering mencapai 17 ribu ton per tahun. Kondisi ini membuka peluang bagi produsen Indonesia untuk memperluas pasar sekaligus meningkatkan nilai tambah komoditas kelapa melalui produk olahan.
Bagi Sasa, kerja sama ini juga menjadi bagian dari pengembangan bisnis di pasar internasional. Perusahaan yang selama ini dikenal melalui berbagai produk pangan, termasuk Sasa Santan kemasan 65 ml, kini memperluas jangkauan melalui ekspor LFDC yang menggunakan kelapa pilihan dari Minahasa Selatan, Sulawesi Utara.
“Kerja sama dengan Zafer Global Gida mencerminkan kepercayaan terhadap kapabilitas Sasa. Hal ini merupakan wujud pemanfaatan potensi kelapa lokal Indonesia untuk menghasilkan produk berkualitas,” ujar Agus Nugraha, Marketing Director PT Sasa Inti.
Agus berharap kemitraan tersebut dapat membuka peluang yang lebih luas di pasar internasional sekaligus memberikan nilai tambah bagi masyarakat dan industri kelapa Indonesia.
Veysel Cüneyt Özlen, Sales and Purchasing Director Zafer Global Gida, menyebut Sasa sebagai mitra yang memiliki keahlian di industri makanan. Ia berharap kerja sama yang mulai dijalankan pada 2027 dapat memperkuat hubungan perdagangan Indonesia dan Turkiye serta memberikan hasil positif bagi kedua perusahaan.
Sasa telah mengekspor produknya ke berbagai kawasan, mulai dari Asia Tenggara, Timur Tengah, dan Asia Timur hingga Australia, Afrika, serta Amerika Serikat. Kerja sama dengan perusahaan asal Turkiye ini menambah jangkauan pasar ekspor sekaligus memperluas peluang bagi produk olahan kelapa Indonesia.
Untuk mendukung kebutuhan pasar internasional, Sasa menerapkan sejumlah standar mutu dan keamanan pangan, termasuk FSSC 22000 V6, ISO 22000, ISO 9001, HACCP, serta sertifikasi halal dari BPJPH.
Kemitraan senilai USD 1 juta ini menjadi salah satu langkah Sasa dalam mengembangkan pasar ekspor produk kelapa olahan. Dengan memanfaatkan pasokan kelapa lokal dan kapasitas pengolahan yang dimiliki, perusahaan berupaya memperkuat posisi produk Indonesia di tengah permintaan pasar global.

