Musik

Saat Rumah Tak Lagi Jadi Tempat Aman, Pee Wee Gaskins Rilis “(R)u(N)tuh”

Jakarta — Rumah idealnya menjadi tempat pertama untuk merasa aman. Namun, bagi sebagian orang, rumah justru menyimpan cerita yang tidak mudah dibicarakan. Realitas inilah yang diangkat Pee Wee Gaskins (PWG) bersama Boniex, vokalis For Revenge, lewat single terbaru mereka, “(R)u(N)tuh”.

Lagu tersebut bercerita tentang keluarga yang dari luar terlihat tetap utuh, tetapi menyimpan persoalan dan ketegangan di dalamnya. Di tengah hubungan orang tua yang tidak lagi bahagia, seorang anak tumbuh dalam situasi yang membuat rumah perlahan kehilangan maknanya sebagai tempat untuk pulang.

Cerita dalam “(R)u(N)tuh” berawal dari kampanye yang digagas Dochi, personel PWG, untuk mengumpulkan pengalaman orang-orang yang pernah menghadapi situasi broken home. Sejumlah respons dan wawancara singkat melalui Threads kemudian menjadi bahan untuk membangun emosi dan cerita dalam lirik lagu.

Alih-alih melihat persoalan keluarga hanya dari sudut pandang orang tua, lagu ini menempatkan pengalaman anak sebagai salah satu pusat ceritanya.

Liriknya menggambarkan dua orang tua yang memilih bertahan demi anak dengan keyakinan bahwa mempertahankan keluarga adalah pilihan terbaik. Namun, keputusan tersebut tidak selalu membuat suasana rumah menjadi lebih bahagia. Anak justru dapat tumbuh di tengah hubungan yang penuh jarak dan ketegangan.

Baca Juga:  “Waktunya Pas" Nuansa Baru Clara Riva Penuh Groovy

Pada titik tersebut, rumah yang seharusnya menjadi tempat mencari kenyamanan bisa berubah menjadi ruang yang membuat seseorang mencari penerimaan di tempat lain.

Kehadiran Boniex dalam lagu ini juga lahir dari proses kreatif yang cukup natural. Selain membantu menemukan notasi untuk lirik yang telah ditulis Dochi, karakter vokal Boniex dianggap sesuai dengan emosi yang ingin dibangun dalam “(R)u(N)tuh”.

Bagi PWG, tema emosional bukan sesuatu yang sepenuhnya baru. Mereka sebelumnya pernah membawa sisi reflektif melalui lagu seperti “Selama Engkau Hidup” dan “Be Brave And Carry On”.

Kali ini, energi pop-punk PWG digunakan untuk membawa cerita yang lebih dekat dengan persoalan keluarga.

“Pop-punk enggak selamanya harus ceria. Lewat lagu ini, kami ingin membawa cerita yang berat dengan cara yang tetap jujur dan dekat dengan pendengar,” ungkap PWG.

Meski mengangkat tema perceraian dan keluarga yang retak, “(R)u(N)tuh” tidak dibuat untuk menghakimi perceraian ataupun menentukan seperti apa bentuk keluarga yang ideal.

Dochi justru ingin lagu ini menjadi ruang bagi mereka yang pernah atau sedang berada dalam situasi serupa.

“Gue enggak punya ekspektasi lagu ini harus mengubah pandangan orang tentang perceraian atau keluarga. Gue cuma ingin cerita yang kami bawa bisa didengar dan mungkin relate dengan orang lain yang pernah atau sedang ada di posisi yang sama,” ujar Dochi.

Baca Juga:  myBCA International Java Jazz Festival 2026, Ada Ella Mai Sampai Maliq & D'Essentials

Pesan lain yang dibawa lagu ini ditujukan kepada anak-anak yang berada di tengah konflik keluarga. Mereka bukan penyebab dari persoalan orang tua, tidak harus memilih pihak, dan tetap memiliki hak untuk mencintai kedua orang tuanya.

Lebih dari sekadar cerita tentang perpisahan, “(R)u(N)tuh” berbicara tentang kebutuhan untuk merasa aman dan bahagia.

“Kadang kita terlalu sibuk mempertahankan bentuk sebuah keluarga sampai lupa bahwa yang sebenarnya dibutuhkan adalah rasa aman dan bahagia di dalamnya. Bertahan enggak selalu berarti semuanya akan menjadi lebih baik. Ada kalanya menerima dan melepaskan justru menjadi pilihan terbaik untuk semua orang,” lanjut Dochi.

Lewat “(R)u(N)tuh”, PWG dan Boniex tidak menawarkan jawaban tunggal tentang bagaimana sebuah keluarga harus menghadapi masalah. Lagu ini lebih menjadi ruang untuk memahami luka yang sering kali tidak terlihat dari luar.

Pada akhirnya, “(R)u(N)tuh” membawa pesan tentang menerima, berdamai, dan mencoba memulai kembali. Bagi pendengarnya, terutama mereka yang pernah mengalami situasi serupa, lagu ini diharapkan bisa menjadi pengingat bahwa mereka tidak sendirian.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *