Musik

Aruma dan Perjalanan Panjang untuk Merasa Cukup

Jakarta – Setelah merilis single “Jalan Buntu”, Aruma kembali dengan karya yang lebih personal. Solois muda ini menghadirkan EP Dan Ternyata Aku Cukup, yang merangkum berbagai fase dan perasaan yang dialaminya dalam beberapa tahun terakhir.

EP yang dikerjakan selama sekitar satu tahun tersebut berisi lima lagu, yakni “Pura-Pura Hidup Lagi”, “Jalan Buntu”, “Senyum Pada Sepi”, “Semoga Nanti”, dan “Bulan Separuh”. Meski lahir dari cerita yang berbeda, kelimanya bertemu pada satu tema besar: perjalanan belajar menerima dan merasa cukup dengan diri sendiri.

“Aku merasa EP ini bukan cuma kumpulan lagu, tapi seperti potongan-potongan buku harian yang akhirnya bisa aku bagikan ke orang lain,” ujar Aruma.

Menurut Aruma, tidak semua lagu dalam EP tersebut lahir dari pengalaman pada periode yang sama. Ada cerita yang telah lama disimpan, sementara sebagian lainnya muncul dari pengalaman yang lebih baru. Namun ketika seluruh lagu disatukan, ia justru menemukan benang merah yang sebelumnya tidak disadari.

Kesadaran itu kemudian menjadi alasan di balik pemilihan judul Dan Ternyata Aku Cukup. Bagi Aruma, kalimat tersebut menjadi semacam kesimpulan setelah melewati fase ketika ia kerap merasa harus menjadi sosok tertentu agar bisa dicintai, dipilih, atau dianggap cukup oleh orang lain.

Baca Juga:  Lineup Fase Pertama DWP 2024 Sajikan Nama Spektakuler

“Dulu aku sering merasa harus menjadi versi tertentu dari diriku supaya bisa dicintai, dipilih, atau dianggap cukup oleh orang lain. Tapi, kalimat ‘dan ternyata aku cukup’ memberiku kesadaran lain, yaitu tidak menjadikan kekurangan sebagai alasan untuk terus meragukan diri sendiri,” katanya.

Jika dibandingkan dengan EP sebelumnya, Bertumbuh, karya terbaru ini terasa lebih introspektif. Aruma tidak lagi terlalu sibuk mencari jawaban tentang siapa dirinya atau ke mana harus melangkah, melainkan mulai berdamai dengan dirinya sendiri.

“Kalau dulu aku banyak bertanya, ‘Aku harus menjadi siapa?’ atau ‘Aku harus ke mana?’, sekarang aku mulai sampai di titik aku bisa bilang, ‘Mungkin aku tidak perlu menjadi siapa-siapa selain diriku sendiri.’”

Jeda dua tahun sejak EP Bertumbuh juga menjadi bagian dari proses tersebut. Aruma memilih menggunakan waktu itu untuk menjalani lebih banyak pengalaman sebelum menuangkannya ke dalam musik. Menurutnya, ada cerita yang membutuhkan jarak agar bisa dipahami dan diceritakan dengan lebih jujur.

“Jadi, jeda ini sebenarnya bukan karena aku berhenti berkarya, tapi karena aku sedang menjalani hidup dan mengumpulkan cerita,” ujarnya.

Baca Juga:  Lokovasia 2024 Upaya Strategis Perkuat Ekosistem Musik Tradisi Nusantara

Pengalaman tersebut kemudian ikut memengaruhi proses kreatifnya. Aruma merasa lebih leluasa mengeksplorasi warna musik yang intim dan dekat dengan cerita yang ingin disampaikan. Ia juga tidak ingin memaksakan pola perilisan seperti yang pernah dilakukan pada 2024 ketika EP dan album dirilis dalam jarak waktu berdekatan.

Kini, lima lagu dalam Dan Ternyata Aku Cukup menjadi rangkaian cerita yang saling terhubung. “Pura-Pura Hidup Lagi” berbicara tentang usaha kembali menjalani hari, “Jalan Buntu” menggambarkan kondisi ketika seseorang merasa kehilangan arah, sementara “Senyum Pada Sepi”, “Semoga Nanti”, dan “Bulan Separuh” membawa cerita tentang kesepian, harapan, hingga perasaan belum sepenuhnya utuh.

Aruma berharap cerita personal tersebut tidak berhenti sebagai pengalaman miliknya. Ia ingin pendengar menemukan bagian dari dirinya sendiri ketika mendengarkan lagu-lagu dalam EP ini.

“Tidak apa-apa kalau prosesnya panjang dan hari ini masih merasa bingung, belum sembuh, atau belum tahu harus ke mana. Semoga setelah mendengarkan EP ini, kalian juga bisa sampai di satu titik saat kalian bisa berkata pada diri sendiri: ‘dan ternyata, aku cukup.’”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *