Gaya Hidup

Kata Yaya Fahra “Sudahlah”, Cinta Bukan Segalanya

Jakarta – Ada masa ketika kehilangan tidak bisa diselesaikan dengan sekadar berkata, “sudah, lupakan saja.” Justru, seseorang perlu memberi ruang untuk berduka, menerima kenyataan, lalu perlahan menemukan alasan untuk kembali berjalan.

Gagasan itulah yang dibawa Yaya Fara melalui single terbarunya, “Sudahlah”. Lagu ini menjadi babak keempat dalam perjalanan musik solo Yaya sekaligus bagian dari rangkaian karya yang nantinya terangkum dalam sebuah mini album.

Jika lagu-lagu sebelumnya banyak berbicara tentang pencarian diri dan proses penyembuhan, “Sudahlah” membawa Yaya pada fase yang berbeda: penerimaan.

Bukan penerimaan yang berarti menyerah, melainkan keberanian untuk mengakui bahwa ada hal-hal dalam hidup yang memang tidak bisa dipaksakan untuk tetap tinggal.

Pesan tersebut terasa kuat lewat lirik yang mengajak untuk menghadapi kenyataan dan tidak berhenti pada luka.

“Hadapi sajalah semua yang terjadi, hidupmu tak berakhir cuma di sini, masih bisa melanjutkan mimpi…” menjadi salah satu pengingat bahwa kehilangan tidak seharusnya membuat seseorang kehilangan dirinya sendiri.

Sementara bagian refrain mengajak pendengar melihat kembali bagaimana cinta terkadang membuat seseorang lupa bahwa kehidupannya jauh lebih luas.

Bagi Yaya, “Sudahlah” bukan lagu untuk memaksa seseorang segera move on. Lagu ini justru memberi ruang untuk menjalani kesedihan tanpa harus terjebak di dalamnya.

“‘Sudahlah’ adalah lagu yang ingin aku dengarkan ketika hidup sedang terasa berat. Lagu ini bukan tentang melupakan sesuatu dengan cepat, tetapi tentang memberi izin pada diri sendiri untuk berduka secukupnya, lalu bangkit kembali,” kata Yaya Fara.

“Karena hidup masih punya banyak hal indah yang menunggu,” lanjutnya.

Secara musikal, “Sudahlah” dikemas dalam nuansa pop yang hangat dan emosional, tetapi tetap ringan didengarkan. Aransemen yang tidak berlebihan sengaja memberi ruang lebih besar bagi vokal dan lirik untuk menyampaikan cerita.

Pendekatan tersebut juga memperlihatkan sisi Yaya yang lebih personal setelah sebelumnya dikenal sebagai sosok “lady rocker” bersama Dewi-Dewi dan The Winner.

Dalam proyek solonya, Yaya memilih mengeksplorasi pengalaman dan refleksi hidup melalui lagu. Tema kehilangan, penyembuhan, harapan hingga keberanian untuk memulai kembali menjadi benang merah karya-karyanya.

“Sudahlah” melanjutkan cerita yang sebelumnya dibangun melalui tiga rilisan, yakni “Lepaskanlah”, “Hadir di Dunia”, dan “Temukan Kembali”. Keempat lagu tersebut nantinya menjadi bagian dari mini album yang mengangkat perjalanan mengenal, menerima, hingga menemukan kembali diri sendiri.

Yaya seperti mengingatkan bahwa patah hati, kehilangan maupun kegagalan bukanlah garis akhir. Ada kehidupan yang tetap berjalan setelahnya, lengkap dengan mimpi-mimpi yang masih bisa dikejar.

“Sabarlah… berdukalah secukupnya, bahagia juga seperlunya. Tak ada yang perlu ditakutkan,” menjadi pesan yang ditinggalkan Yaya lewat lagu terbarunya.

Sebuah pesan sederhana, tetapi mungkin justru paling dibutuhkan ketika seseorang sedang berada di titik terendah: tidak apa-apa berhenti sebentar, asal jangan lupa untuk kembali melangkah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *