Otomotif

5 Tips Gaya Berkendara Irit BBM Menurut Rifat Sungkar

Jakarta – Di tengah harga energi yang fluktuatif, efisiensi bahan bakar semakin menjadi perhatian banyak pengguna kendaraan. Namun menurut pembalap reli nasional Rifat Sungkar, hemat BBM tidak hanya ditentukan oleh jenis kendaraan, tetapi juga oleh kondisi mesin serta gaya berkendara pengemudi.

Saat ditemui media di Jakarta, peraih delapan kali juara reli nasional itu membagikan sejumlah tips sederhana agar konsumsi bahan bakar bisa lebih efisien dalam penggunaan sehari-hari. Menurut Rifat, kunci utama efisiensi kendaraan ada pada dua faktor utama, yaitu kondisi kendaraan dan perilaku pengemudi saat berada di jalan.

“Performa mesin sangat menentukan konsumsi bahan bakar. Kalau mesin sudah tidak optimal, pasti konsumsi bensin akan berbeda,” ujar Rifat.

Berikut lima tips berkendara hemat BBM ala Rifat Sungkar yang bisa langsung diterapkan oleh pengendara.

1. Pastikan Mesin Selalu dalam Kondisi Optimal

Performa mesin yang sehat menjadi faktor paling penting dalam menentukan efisiensi bahan bakar. Mesin yang terawat dengan baik dapat bekerja lebih efisien dibandingkan mesin yang sudah mengalami penurunan performa.

Untuk menjaga kondisi mesin tetap optimal, Rifat menyarankan beberapa langkah perawatan sederhana seperti: menggunakan pelumas sesuai spesifikasi kendaraan, melakukan servis injektor secara berkala, memastikan fuel filter tetap bersih, menjaga sistem pengapian, termasuk busi

Menurutnya, meski mobil modern sudah dilengkapi teknologi canggih, perawatan rutin tetap menjadi faktor penting agar mesin bekerja di kondisi terbaik.

2. Hindari Gaya Berkendara Agresif

Selain kondisi mesin, gaya berkendara juga sangat memengaruhi konsumsi bahan bakar. Rifat menilai kebiasaan mengemudi secara agresif menjadi penyebab utama bahan bakar cepat habis.

“Kalau nyetirnya terlalu dekat dengan mobil depan lalu rem-gas terus, itu pasti boros,” jelasnya.

Sebaliknya, ia menyarankan pengemudi untuk mengemudi dengan gaya halus dan mengalir (flowing), menjaga jarak aman dengan kendaraan di depan, serta menghindari pola stop-and-go yang terlalu sering.

3. Jaga Putaran Mesin Tetap Rendah

Prinsip sederhana lain untuk menghemat bahan bakar adalah menjaga putaran mesin atau RPM tetap rendah, namun dengan kecepatan yang tetap optimal. Semakin tinggi putaran mesin maka semakin besar energi yang dibutuhkan kendaraan.

“Prinsipnya bukan gaspol, tapi bagaimana kecepatan bisa tinggi dengan RPM serendah mungkin,” ujarnya.

Untuk mobil otomatis, sistem transmisi biasanya sudah dirancang untuk mencari titik efisiensi terbaik. Pengemudi juga bisa memanfaatkan mode berkendara Eco jika tersedia pada kendaraan.

4. Gunakan Gigi yang Tepat pada Mobil Manual

Bagi pengguna mobil manual, pemilihan gigi yang tepat juga berpengaruh besar terhadap konsumsi bahan bakar. Jangan menahan gigi rendah dengan RPM tinggi, sebaliknya, gunakan gigi yang lebih tinggi dengan RPM lebih rendah agar mesin bekerja lebih efisien.

“Kalau mau efisien, jangan pertahankan gigi rendah di RPM tinggi. Harus ada penyesuaian,” kata Rifat.

5. Ubah Mindset Saat Berkendara

Menurut Rifat, hemat bahan bakar juga berkaitan dengan pola pikir pengemudi. Efisiensi energi berarti pengendara harus rela mengorbankan sedikit tenaga atau akselerasi demi konsumsi bahan bakar yang lebih hemat. Kombinasi perawatan kendaraan yang baik dan gaya berkendara yang lebih bijak, efisiensi bahan bakar sebenarnya bukan hal yang sulit dicapai.

Rifat juga menjelaskan bahwa kapasitas tangki kendaraan pada dasarnya sudah dirancang sesuai kebutuhan mobilitas harian masyarakat. Sepeda motor umumnya memiliki tangki 3–7 liter sedangkan mobil pribadi berkisar 35–60 liter

Dengan konsumsi rata-rata, motor biasanya hanya membutuhkan sekitar 0,5–1 liter per hari untuk perjalanan 20–30 kilometer. Sementara mobil pribadi mengonsumsi sekitar 3–5 liter per hari untuk jarak 30–50 kilometer.

Artinya, dalam penggunaan normal, satu kali pengisian penuh sebenarnya sudah cukup untuk beberapa hari penggunaan. Karena itu, pengisian bahan bakar terlalu sering atau berlebihan sebenarnya tidak selalu diperlukan.

Foto: Pexels/Srattha Nualsate

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *