Kemang Icon Niche Hotel Gelar Tawarkan Konsep Boutique Luxury Berbeda
Jakarta, Trendsetter.id – Jakarta punya segalanya: dari deretan kafe hits, restoran fine dining, hingga hotel-hotel berbintang. Tapi, di tengah gemerlapnya Kemang, ada sebuah boutique hotel yang menawarkan pengalaman berbeda, Kemang Icon Niche Hotel.
Dengan jargon khas “Home For Your Soul”, hotel ini ingin menghadirkan nuansa hangat yang jarang ditemukan di hotel-hotel konvensional. Bukan sekadar tempat menginap, melainkan ruang untuk merasa nyaman, tenang, sekaligus dimanjakan.
Uniknya, hotel ini hanya memiliki 12 kamar, dan justru di situlah letak pesonanya. Tidak ada yang seragam, karena setiap kamar dirancang berbeda, lengkap dengan detail interior yang personal.


Ada tiga kategori yang bisa dipilih: Inner Suite (45–50m2), Edge Suite (60–70m2), dan Edge Apartment (80m2). Luas, intim, dan penuh karakter. Memberi kesan seolah Anda tinggal di sebuah rumah pribadi, bukan hotel pada umumnya.
“Jumlah kamar kami memang terbatas, tapi itu justru menjadi kekuatan. Dengan begitu, kami bisa memberikan layanan yang lebih personal dan eksklusif untuk setiap tamu,” ungkap Jaka Priatna, General Manager Kemang Icon.
Setiap lantai di Kemang Icon terasa seperti ruang dengan cerita sendiri. Di lantai dua, ada Illustrate Function Room dengan balkon menghadap Jalan Kemang Raya, serta Innovate Window Glasses yang memungkinkan Anda menikmati pemandangan 360 derajat Jakarta Selatan. Ada juga Lounge & Private Bar yang pas untuk momen privat.


Naik ke lantai lima, Anda akan menemukan The Edge Bistronomi Rooftop. Indoor dan outdoor berpadu manis, lengkap dengan Infinity Pool dan jacuzzi. Bayangkan menikmati senja Jakarta sambil berendam atau sekadar menyeruput koktail di rooftop dengan suasana yang sulit ditolak.
Kemang Icon bukan hotel yang mengejar kuantitas, melainkan kualitas pengalaman. Cocok bagi para urban traveler, pasangan, hingga ekspatriat yang ingin menemukan nuansa berbeda dari penginapan bintang lima biasa.
Karena bagi Kemang Icon, menginap bukan hanya soal tempat tidur, tetapi juga tentang bagaimana sebuah ruang bisa menjadi “home for your soul.”