Gaya Hidup

69 Relawan Muda Korea-Indonesia Revitalisasi Sekolah dan Lingkungan di Jakarta

Jakarta — Sebanyak 69 relawan muda dari Korea Selatan dan Indonesia turun langsung ke sejumlah kegiatan berbasis komunitas di Jakarta. Tak sekadar bertukar budaya, mereka ikut memperbaiki lingkungan sekolah, mengembangkan area olahraga hingga belajar soal pengelolaan sampah dan ketahanan iklim.

Kolaborasi ini berlangsung melalui Happy Move Global Youth Volunteer, program yang digagas Hyundai Motor Group bersama Plan Indonesia dan Plan Korea pada 8–14 Agustus 2026.

Selama sepekan, 69 relawan tersebut bekerja bersama masyarakat sekaligus mengikuti berbagai kegiatan yang dirancang untuk memperkuat kepemimpinan, kerja sama, solidaritas, dan kepedulian sosial anak muda.

Aktivitas relawan mencakup revitalisasi lingkungan sekolah, pengembangan area olahraga, urban farming dan pengelolaan kompos. Peserta juga mendapatkan pembelajaran mengenai sampah dan ketahanan iklim, serta terlibat dalam revitalisasi perpustakaan dan taman bermain.

Program tersebut sekaligus menjadi ruang pertukaran budaya. Para peserta tidak hanya mengenal kehidupan dan persoalan sosial di negara lain, tetapi juga belajar bekerja dalam tim dengan latar belakang budaya yang berbeda.

Minister & Consul General Embassy of the Republic of Korea, Chung Hae Kwan, menilai kegiatan semacam ini dapat memperkuat hubungan anak muda kedua negara.

“Happy Move turut membangun jembatan antara kaum muda Korea Selatan dan Indonesia. Melalui pengalaman belajar dan bekerja bersama, kami berharap para peserta dapat memahami satu sama lain dengan lebih baik, membangun persahabatan, dan membawa semangat kolaborasi ini ke masa depan,” ujar Chung Hae Kwan.

Direktur Eksekutif Plan Indonesia, Dini Widiastuti, mengatakan keterlibatan anak muda menjadi bagian penting dalam menciptakan perubahan di masyarakat.

Menurut dia, pengalaman terjun langsung ke komunitas membuat peserta tidak hanya belajar menjadi relawan, tetapi juga memahami persoalan sosial dari perspektif yang lebih luas.

“Ketika kaum muda bertemu dengan teman sebaya dari latar belakang yang berbeda, mereka belajar bahwa setiap komunitas memiliki tantangan dan cara pandang yang beragam. Dari proses tersebut tumbuh empati, kemampuan berkolaborasi, dan kesadaran bahwa kita memiliki tanggung jawab bersama untuk menciptakan perubahan yang lebih baik,” kata Dini.

Pandangan serupa disampaikan Park Sangyoung, Senior Manager of Grants and Program Plan Korea. Ia berharap Happy Move tidak berhenti sebagai program pertukaran budaya, tetapi meninggalkan pengalaman yang dapat dibawa peserta setelah kembali ke negara masing-masing.

Sementara itu, Chief Operating Officer Hyundai Motors Indonesia Fransiscus Soerjopranoto mengatakan pengalaman bekerja langsung bersama komunitas diharapkan dapat memperluas perspektif generasi muda mengenai tanggung jawab sosial.

Bagi peserta, pengalaman tersebut juga memperlihatkan bahwa perbedaan budaya bukan menjadi penghalang untuk berkolaborasi.

Salah satu relawan asal Korea Selatan mengatakan keterlibatannya di Indonesia membuatnya memahami bahwa perubahan dapat dimulai dari tindakan sederhana ketika dilakukan bersama.

Peserta asal Indonesia juga mengaku mendapatkan pengalaman baru, terutama karena dapat belajar dan bekerja bersama relawan dari Korea Selatan.

Happy Move menempatkan kegiatan kerelawanan bukan hanya sebagai aksi sosial jangka pendek, tetapi juga sebagai sarana membangun jejaring, empati, dan kemampuan kolaborasi lintas negara di kalangan generasi muda.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *