Transformasi Teknologi Hotel Meningkat, Integrasi Sistem Masih Jadi Tantangan
Jakarta, Trrendsetter.id — Transformasi digital di industri hotel Indonesia terus berkembang pesat. Namun di balik kemajuan tersebut, integrasi sistem masih menjadi tantangan besar bagi industri hospitality.
Isu ini mengemuka dalam forum HAM Meet CEO yang digelar di Arion Suites Hotel Kemang. Dalam diskusi tersebut, CEO Power Pro, Harli Yanto, menilai transformasi teknologi hotel di Indonesia sebenarnya sudah berada pada tahap yang cukup maju, tetapi belum mencapai integrasi penuh.
Menurutnya, tingkat adopsi teknologi di industri perhotelan saat ini baru berada pada level 3 hingga 4, sementara tahap ideal berada di level 5, yaitu ketika seluruh sistem sudah terhubung secara otomatis dan mampu merespons kebutuhan tamu secara real-time.
Dari Layanan Cepat ke Layanan Terukur
Pada tahap awal digitalisasi, teknologi lebih difokuskan untuk mempercepat layanan hotel, seperti proses check-in, reservasi, atau pembayaran. Kini, tantangan industri telah bergeser ke tahap berikutnya, memastikan setiap permintaan tamu dapat dipantau, diukur, dan ditindaklanjuti secara langsung melalui sistem digital.
“Tanpa integrasi sistem, permintaan tamu bisa saja tidak tertangani selama berjam-jam,” ujar Harli.
Sistem yang terhubung secara menyeluruh memungkinkan manajemen hotel mengetahui setiap permintaan tamu secara real-time, mulai dari layanan kamar hingga kebutuhan fasilitas tambahan.
Hotel Mulai Beralih ke Sistem Cloud
Transformasi teknologi juga terlihat dari perubahan infrastruktur IT hotel. Jika sebelumnya banyak hotel mengandalkan server lokal, kini industri mulai beralih ke sistem berbasis cloud seperti Amazon Web Services, Google Cloud, dan Microsoft Azure.
Model cloud dinilai lebih efisien karena hotel tidak perlu lagi melakukan investasi besar pada perangkat keras. Selain itu, sistem ini menawarkan pembaruan keamanan yang lebih konsisten serta fleksibilitas operasional yang lebih tinggi.
Integrasi Sistem Jadi Kebutuhan Utama
Sistem teknologi hotel terdiri dari berbagai modul penting yang saling terhubung. Mulai dari front office, housekeeping, point of sales, hingga back office, semuanya membutuhkan sistem yang mampu berkomunikasi satu sama lain secara otomatis.
Integrasi juga semakin penting karena hotel kini harus terhubung dengan berbagai platform digital seperti sistem online booking, channel manager, dan berbagai marketplace perjalanan. Tanpa integrasi yang baik, hotel akan kesulitan mengelola data tamu, reservasi, hingga operasional secara efisien.
Teknologi Berbasis Langganan Jadi Solusi Baru
Perusahaan teknologi hospitality seperti Power Pro mulai menghadirkan solusi berbasis subscription atau langganan. Model ini memungkinkan hotel dari berbagai skala mengakses teknologi modern tanpa harus mengeluarkan investasi besar di awal.
Menurut Harli, masa depan industri hospitality tidak hanya bergantung pada fasilitas fisik, tetapi juga pada kemampuan hotel mengintegrasikan teknologi dengan kualitas pelayanan. Di era wisatawan digital, tamu mengharapkan layanan yang cepat, transparan, dan responsif.
Tanpa sistem yang mampu mengukur dan merespons kebutuhan tamu secara real-time, hotel berisiko tertinggal dalam persaingan yang semakin berbasis teknologi. Karena itu, integrasi sistem digital diperkirakan akan menjadi salah satu faktor penentu daya saing industri hospitality Indonesia dalam beberapa tahun ke depan.
Foto: Freepik/Upklyak

