Kolaborasi Lintas Generasi, Lucas Wisnu Rilis Lagu Wonder Why
Jakarta, Trendsetter.id — Di tengah dominasi musik digital yang serba cepat dan algoritmik, Lucas Wisnu Prasetyo memilih jalur yang lebih personal. Musisi dan produser asal Jakarta ini merilis single terbaru berjudul “Wonder Why”.
Karya ini bukan hanya menghadirkan nostalgia pop romantis 80-an, tetapi juga menjadi simbol kolaborasi lintas generasi, karena liriknya ditulis oleh putrinya yang baru berusia 12 tahun.
Single langsung menarik perhatian karena pendekatannya yang berbeda, bukan sekadar lagu cinta remaja, melainkan refleksi dewasa tentang patah hati pertama.
Pop 80-an di Era Streaming
Secara musikal, “Wonder Why” menghadirkan progresi akord vintage, melodi manis, dan atmosfer romantis yang mengingatkan pada masa keemasan pop 80-an. Di saat banyak rilisan mengarah pada tren hyperpop atau R&B modern, Lucas justru menghidupkan kembali sound yang hangat dan melodik.
Vokal lagu ini dibawakan oleh Inara, yang dikenal lewat kolaborasinya dengan Maliq & D’Essentials. Karakter vokalnya yang soulful memberi kedalaman emosional sekaligus menjaga nuansa nostalgia tetap relevan dengan selera pendengar masa kini.

Aransemen lagu digarap oleh duo produser Iyyos Wahyu dan Rafly Ape (Twin Producers), sementara sentuhan gitar slide dari Stanly Bactian mempertegas identitas melodinya. Proses mixing dan mastering dipercayakan kepada Sinyo Luntungan untuk menjaga kualitas audio tetap kompetitif di platform streaming.
Lirik dari Generasi Z, Perspektif dari Generasi Dewasa
Yang membuat “Wonder Why” memiliki nilai berita lebih dari sekadar rilisan single adalah proses kreatifnya. Lucas menggandeng putrinya sendiri untuk menulis lirik lagu, sebuah langkah yang jarang terjadi di industri musik arus utama Indonesia.
Meski masih belia, sang putri mampu merangkai kisah tentang “cinta remaja yang hilang” dengan emosi yang jujur. Namun sudut pandangnya tidak berhenti di kesedihan remaja. Lagu ini dibangun dari perspektif reflektif, tentang bagaimana waktu mengubah luka menjadi kenangan.
“Ini seperti membuka buku harian lama. Kita melihat kembali hati yang pernah patah, lalu tersenyum karena sadar sudah tumbuh,” ujar Lucas.
Pendekatan ini menjadikan “Wonder Why” bukan hanya lagu nostalgia, tetapi juga narasi tentang pertumbuhan emosional, sesuatu yang relevan lintas usia.

