Waspada Promo Hotel Murah, Penipuan Booking Hotel Melonjak Jelang Liburan
Yogyakarta – Musim liburan sekolah yang identik dengan lonjakan wisatawan ternyata juga menjadi “musim panen” bagi pelaku kejahatan digital. Menjelang high season, Kementerian Pariwisata bersama Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) mengeluarkan peringatan keras kepada masyarakat agar tidak lagi melakukan pemesanan hotel melalui media sosial.
Fenomena akun palsu yang mengatasnamakan hotel kini berkembang semakin masif. Modusnya bukan hanya mencuri foto dan logo hotel resmi, tetapi juga membuat identitas digital yang tampak meyakinkan lengkap dengan nomor WhatsApp, testimoni, hingga bukti reservasi palsu.
Kondisi ini dinilai semakin mengkhawatirkan karena memanfaatkan kepanikan wisatawan yang kesulitan mendapatkan kamar di tengah tingginya permintaan selama musim liburan.
Banyak korban mengaku tertarik karena mendapat penawaran diskon besar melalui media sosial. Setelah melakukan transfer ke rekening pribadi, komunikasi langsung terputus.
Ironisnya, sebagian korban baru mengetahui dirinya tertipu ketika tiba di hotel tujuan. Nama mereka tidak pernah tercatat dalam sistem reservasi sehingga liburan yang sudah direncanakan jauh-jauh hari berubah menjadi pengalaman yang mengecewakan.
Modus yang paling sering ditemukan meliputi akun Instagram palsu yang tampil menyerupai akun resmi hotel, nomor WhatsApp yang mengaku sebagai staf reservasi, promo kamar dengan harga jauh di bawah pasar, bukti pemesanan digital palsu yang tampak autentik, permintaan pembayaran ke rekening pribadi dengan alasan promo terbatas.
Kementerian Pariwisata menilai pola ini hampir selalu berulang setiap memasuki musim liburan panjang. Destinasi wisata favorit seperti Yogyakarta, Bali, Bandung, hingga Lombok menjadi wilayah yang paling sering dimanfaatkan pelaku karena tingginya kebutuhan akomodasi.
Lonjakan pencarian hotel membuat sebagian wisatawan mengambil keputusan secara terburu-buru tanpa melakukan verifikasi terlebih dahulu. Akibatnya, ruang gerak pelaku semakin luas untuk menawarkan promo yang terlihat menguntungkan, padahal hanya jebakan untuk menguras uang calon korban.
Agar tidak menjadi korban penipuan digital, masyarakat diimbau menerapkan beberapa langkah sederhana sebelum melakukan pembayaran. Lakukan pemesanan melalui website resmi hotel misalnya www.nuevemalioboro.com atau platform Online Travel Agent (OTA) yang memiliki reputasi dan legalitas jelas.
Pastikan juga pembayaran dilakukan ke rekening perusahaan atas nama badan usaha, bukan rekening pribadi. Hubungi nomor telepon resmi hotel untuk memastikan reservasi benar-benar tercatat sebelum melakukan pelunasan.
Harga yang jauh di bawah harga resmi, terutama saat liburan, patut menjadi tanda peringatan. Penawaran seperti ini sering digunakan untuk memancing korban melakukan transfer secepat mungkin.
Pelaku industri perhotelan mulai memperketat pengawasan kanal digital mereka. Berbagai hotel kini memasang pengumuman khusus di lobi, situs resmi, hingga akun media sosial sebagai bentuk edukasi kepada calon tamu.
Asst Sales Marketing NUEVE Malioboro Hotel Yogyakarta, Pepianto, menegaskan bahwa perlindungan konsumen menjadi prioritas bersama.
“Kami tidak ingin ada tamu yang dirugikan akibat ulah oknum yang mengatasnamakan hotel. Edukasi kepada masyarakat menjadi langkah penting agar wisatawan lebih teliti dan hanya melakukan transaksi melalui saluran resmi,” ujarnya.
Promo murah memang menggoda, tetapi memastikan transaksi dilakukan melalui kanal resmi jauh lebih berharga daripada harus kehilangan uang dan gagal menikmati liburan.

