Properti

7 Cara Menata Ruang Kerja Nyaman di Rumah

Jakarta – Tren work from home (WFH) kembali mencuat setelah pemerintah menerapkan pola kerja fleksibel bagi Aparatur Sipil Negara setiap hari Jumat. Kebijakan ini membuat model kerja hybrid kembali diperbincangkan.

Meski terdengar nyaman, bekerja dari rumah tetap memiliki tantangan tersendiri. Rumah adalah ruang hidup yang dinamis seperti anak yang butuh ditemani, aktivitas domestik yang berjalan, hingga lalu-lalang anggota keluarga yang membuat suasana kerja tidak selalu kondusif.

Menurut Melina Ardianti Hadiatmodjo, Interior Design Manager di IKEA Indonesia, pola WFH saat ini sudah berbeda dibandingkan masa pandemi.

“Dulu WFH muncul karena keharusan, jadi hampir semua sudut rumah bisa dijadikan ruang kerja dadakan. Sekarang WFH lebih seperti bonus yang datang sesekali, sehingga yang perlu dilakukan adalah menyesuaikan ritme rumah, bukan memaksa rumah mengikuti pola kantor,” ujarnya.

Melina mengatakan banyak keluarga sebenarnya sudah menemukan “titik kerja” mereka sendiri di rumah, mulai dari meja belajar anak, area dekat jendela, hingga sudut ruang keluarga yang bisa disulap menjadi tempat bekerja sementara. Namun ada beberapa hal dasar yang sering terlewat, terutama terkait kenyamanan jangka panjang.

Dalam era kerja fleksibel, tidak semua orang memiliki ruang kerja khusus di rumah. Karena itu, kunci utama WFH bukan pada luas ruangan, melainkan bagaimana menata sudut kecil agar tetap mendukung fokus dan produktivitas.

Berikut beberapa cara sederhana yang bisa membantu membuat kegiatan WFH lebih nyaman dan tetap produktif.

1. Tentukan Sudut Kerja yang Membantu Fokus

Tidak semua rumah punya ruang kerja khusus, dan itu wajar. Sudut kecil di ruang keluarga, meja dekat jendela, atau meja makan bisa menjadi tempat kerja efektif selama memiliki kursi yang nyaman dan pencahayaan yang cukup.

2. Buat Pembeda antara Area Kerja dan Area Santai

Karpet kecil, meja lipat, atau perubahan arah duduk bisa membantu memberi batas visual antara ruang kerja dan ruang santai. Hal ini membantu otak lebih mudah “ganti mode”.

3. Gunakan Pencahayaan yang Tepat

Cahaya alami selalu menjadi pilihan terbaik. Namun jika area rumah kurang terang, lampu meja atau lampu lantai dapat membantu mengurangi silau pada layar dan meningkatkan konsentrasi.

4. Perhatikan Posisi Duduk

Bekerja dari sofa atau bangku tetap bisa nyaman selama punggung mendapat penopang yang baik. Bantal kecil atau footrest sederhana bisa membantu memperbaiki postur.

5. Kelola Kebisingan Rumah

Karpet, tirai tebal, dan sofa besar dapat membantu meredam suara di rumah. Headset dengan fitur noise cancelling juga bisa menjadi penyelamat saat rapat online.

6. Jaga Area Kerja Tetap Rapi

Meja yang terlalu penuh dapat membuat pikiran cepat lelah. Gunakan wadah penyimpanan portable, rak dinding, atau troli kecil untuk menyimpan alat kerja.

7. Buat Rutinitas Kerja yang Konsisten

WFH sering membuat batas waktu kerja menjadi kabur. Rutinitas kecil seperti menata meja sebelum bekerja atau memutar playlist favorit bisa membantu tubuh masuk ke mode kerja.

Public Relations Manager IKEA Indonesia, Ririn Basuki, mengatakan setiap rumah memiliki tantangan berbeda dalam mengatur ruang kerja.

“Kami memahami bahwa setiap rumah punya kebutuhan yang berbeda. Karena itu kami ingin membantu masyarakat menemukan solusi yang sesuai agar kegiatan bekerja dari rumah bisa lebih nyaman dan seimbang,” ujarnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *