News

Primaya Hospital Bekasi Timur jadi Rujukan Penyakit Jantung dan Stroke

Jakarta, Trendseter.id – Stroke dan penyakit jantung masih menjadi penyebab kematian tertinggi di Indonesia. Menjawab tantangan tersebut, Primaya Hospital Bekasi Timur (PHBT) memperkuat posisinya sebagai rumah sakit rujukan dengan meluncurkan Cardiovascular Center sekaligus memperkuat Brain & Spine Center.

Langkah strategis ini sekaligus mengantarkan PHBT meraih penghargaan dari World Stroke Organization (WSO) atas keberhasilan menerapkan sistem Code Stroke, yaitu penanganan cepat dalam golden period kurang dari empat jam. Kecepatan ini menjadi kunci untuk menyelamatkan nyawa sekaligus mencegah kecacatan permanen akibat stroke.

dr. Meizar Rizaldi, Med.Ked.Klin, FISQua, Direktur Primaya Hospital Bekasi Timur menegaskan, kehadiran Cardiovascular Center dan penguatan Brain & Spine Center bukan hanya sekadar fasilitas baru, melainkan solusi nyata menghadapi epidemi penyakit tidak menular di Indonesia.

“Stroke dan penyakit jantung masih menjadi penyebab utama kematian dan kecacatan. Karena itu, layanan terpadu ini hadir agar pasien bisa tertangani lebih cepat dan menyeluruh. Kami percaya, intervensi dini adalah kunci untuk menurunkan beban kesehatan masyarakat,” tutup dr. Meizar.

Brain & Spine Center PHBT kini hadir sebagai pusat layanan terpadu untuk otak, saraf, dan tulang belakang, lengkap dengan teknologi diagnostik seperti EEG, EMG, TCD, dan IOM. Ditangani dokter spesialis bersertifikasi, layanan ini dirancang agar pasien stroke dapat memperoleh penanganan cepat, tepat, dan terintegrasi.

Data kesehatan menegaskan pentingnya layanan ini: menurut Riskesdas 2023, prevalensi stroke di Indonesia mencapai 8,3% atau sekitar 8 dari 100 orang penduduk. Sementara data IHME 2019 mencatat stroke menyumbang 19,42% dari total kematian di Indonesia, dengan beban ekonomi mencapai Rp 5,2 triliun pada 2023.

“Dengan Code Stroke, kami ingin memastikan pasien stroke bisa tertangani pada periode emas sehingga peluang pulih jauh lebih besar,” jelas dr. Meizar.

Selain stroke, penyakit jantung juga menjadi perhatian serius. Sekitar 17,7% kematian di Indonesia disebabkan oleh penyakit jantung dan pembuluh darah.

Untuk itu, PHBT menghadirkan Cardiovascular Center dengan layanan komprehensif mulai mulai dari intervensi kardiovaskular, bedah vaskular yang mencakup tindakan Endovenous Laser Ablation (EVLA), bypass pembuluh darah, peripheral artery bypass, dialysis access surgery, hingga penanganan trauma pembuluh darah.

Layanan ini juga meliputi bedah toraks kardiak untuk operasi tumor paru dan mediastinum, penanganan trauma dada, operasi kelainan dinding dada, VATS (Video Assisted Thoracoscopic Surgery), bedah jantung koroner (CABG/bypass jantung), bedah katup jantung, hingga operasi kelainan jantung bawaan.

Semua layanan didukung oleh dokter konsulen berpengalaman, catheterization laboratory (cath lab) modern, serta ICCU, sehingga pasien tidak perlu dirujuk ke rumah sakit lain.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *